skip to main |
skip to sidebar
BISMILLAHIROHMANIRROHIM
ASSALAMU' ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABARAKATUH SAHABAT FILLAH
Allah swt. berfirman, “Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain).” (QS. Al-‘Ankabût [29]: 45) “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu,” (QS. Al-Baqarah [2]: 152) “Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. (QS. Ash-Shâffât [37]: 143-144) “Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” (QS. Al-Anbiyâ` [21]: 20)
Dalam kitab Shahih dua imam besar Ahli Hadits, Imam Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin al-Mughîrah al-Bukhari al-Ja’fi, dan Imam Abu al-Husain Muslim bin al-Hajâj bin Muslim al-Qusyairi an-Nisâburi, Abu Hurairah ra., yang bernama asli Abdurrahman bin Shakhar—menurut pendapat paling shahih di antara sekitar 30 pendapat–, sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits ini bercerita sabda Rasulullah tentang bacaan tasbih. “Dua kalimat yang ringan diucapkan tapi berat dalam timbangan amal, dan lebih dicintai oleh Allah;
Subhanallahi wa Bihamdihi, Subhanallahil‘ Adhziîm (Maha Suci Allah dan dengan pujian-Nya. Maha Suci Allah yang Maha Agung).”
Ini adalah hadits terakhir dalam kitab Shahih al-Bukhari
Dalam kitab Sunan at-Tirmidzi, dengan redaksi berbeda, Rasulullah saw. bersabda, “Aku akan mengajari bacaan-bacaan yang dapat lantunkan.
Subhanallahi ‘Adada Khalqihi 3x; Subhanallahi Ridha Nafsihi 3x; Subhanallahi Zinata Arsyihi 3x; Subhanallahi Midâda Kalimâtihi 3x.
(Maha Suci Allah dengan jumlah makhluk-Nya 3x; Maha Suci Allah dengan kerindhaan diri-Nya 3x; Maha Suci Allah dengan berat Arasy milik-Nya 3x; Maha Suci Allah dengan segala firman-Nya 3x).”23
Hadits Shahih: Imam Muslim, Bab adz-Dikr, hal. 79; Ibnu Majah (no. 3808), diriwayatkan dari jalur sanad Tharîq Karîb, dari Ibnu Abbas ra., dan bersumber dari Juwariyah Ummul Mukminin ra.
Dalam kitab Shahih Muslim, Samarah bin Jandab ra. menjelaskan empat bacaan dzikir yang paling dicintai Allah, sebagaimana dituturkan Rasulullah saw., “Empat bacaan yang paling dicintai Allah:
Subhanallah walhamdulillah wa Lâa Illaha illallah wallahu Akbar
(Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar).
Abu Malik al-Asy’ari ra. telah bercerita sabda Rasulullah dalam hal bacaan tasbih. Sebagaimana ini dicantumkan dalam kitab Shahih Muslim. “Suci setengah bagian dari iman. Bacaan Alhamdulillah (segala puji bagi Allah) dapat memenuhi timbangan amal. Sementara bacaan Subhanallah walHamdulillah (Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah), keduanya juga dapat memenuhi timbangan amal, atau memenuhi (ruang) di antara langit dan bumi.”
0 komentar:
Posting Komentar