Apa kabar, kuntum?? Apakah engkau menyukai nama yang kuberikan kepadamu? Kuntum khairu ummah, sebaik-baik ummah , sebaik-baik manusia. Apakah aku tidak terlalu memaksakan harapanku kepada namamu, sayang? Mungkin aku terlalu memaksakan harapanku kepadamu. Tetapi patutlah engkau tau, ini semata kekhawatiranku. Ini bukan kekhawatiranku karena engkau akan mendurhakaiku. Bukan,sama sekali bukan! Justru aku yang khawatir, akulah yang akan durhaka kepadamu. Sungguh aku tidak inggin menjadi ayah mendurhakaimu. Makanya, aku merenung cukup lama untuk memilih calon ibumu. Istikharahku lebih panjang karenanya. Karena kesalahanku memilihkan ibu bagimu, akan menjadikanku durhaka kepadamu. Aku ingin memberikan ibu terbaik. Ibu yang bisa kau jadikan jendela , untuk melongok surga. Ibu yang bisa kau jadikan replika, tentang seperti apa biadari surga. Apakah menurutmu aku aku terlalu memaksakan kehendakku kepadamu, sayang?
kuntum, ah, apakah engkau suka dengan panggillan itu? Semoga saja engkau menyukainya, sayang. Seperti halnya aku, betapa damai rasanya menyabbut mana itu. Kuntum, jika kelak aku bertanya kepadamu tentang apa citamu, apakah yang engkau jawab? Apakah engkau ingin menjadi dokter? Apakah engkau ingin menjadi penyanyi?Atau menjadi apa?
ika demikian
Aku ingin engkau menjadi perempuan, kuntum. hanya itu. Menjadi perempuan, seutuh-utuh perempuan. Tentu saja perempuan yang di kehendaki oleh Tuhan, Penciptamu, Pencipta kita. Seperti itulah inginku padamu. Ingin agar engkau menjadi perempuan, sebagaimana yang diinginkan Tuhan. Perempuan yang kupandang sebagai bayangan surga di dunia.
kuntum, menjadi ibu sama dengan menjadi surga. karena kepada ibu, Tuhan titipkan surga. Maka karena surga, tatapanmu adalah surga, nafasmu adalah surga, kalimatmu surga, segalamu surga. Maka anak-anakmu kelak menjadi surga, suamimu surga, sekelilingmu adalah surga. Termasuk aku surga, ayahmu yang juga senantiasa mengharap surga. Jika demikian, tidak akan ada neraka yang berni menelan surga.
kuntum, aku mencitiamu karena Allah. Bersyukur aku karena mengangankanmu. Hakikat cinta tertinggi adalah kesyukuran. Maka harapku , cintailah suamimu karena ksyukuran, cintailah anakmu karena kesyukuran, cintailah sesamamu karena kesyukuran. karena Allah menjajikan, bertambah atau berkurangnya cinta adalah karena kesykuran. kuntun khairu ummah, itu nama yang kuberikan kepadamu. Semata untuk mengobati kesediahanku . kesedihan akan keterangan, bahwa kaummu terbanyak di neraka. Harapku, dengan engkau menyandang nama itu, engkau menjadi seperti namamu. karena haram neraka, untuk sebaik-baik manusia.
Gegas datang, kuntum. Ada banyak cinta menantimu di sini...
(by;someone)
Hijab Shafiyyah - Jilbab Segi Empat Syar'i Murah Bagus
-
Bismillah, kami menawarkan kepada anti sekalian jilbab segi empat syar'i
dengan harga murah dan berkualitas insya Allah, produksi dari HIJAB
SHAFIYYAH.
uk ...
11 tahun yang lalu



0 komentar:
Posting Komentar