Jumat, 17 Juni 2011

Perbedaan Bukan penghalang

Perbedaan Bukan Penghalang
Sayang aku ingin berbicara kepadamu
Tentang apa yang tengah aku rasakan
Ada apa, ada apa katakanlah semuanya
Ku kan dengarkan duhai cintaku

Bila nanti orang tuamu tak meridhoi dengan
Apa yang ku rasakan padamu
Semua orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya
Begitu pun orang tuaku
Kau takkan tinggalkanku
Takkan pernah, sayangku
Janjimu janjiku untukmu

Sayup-sayup lagu Eren terdengar dari kejahuan suaranya timbul tenggelam hingga akhirnya hilang sama sekali.
Suasana di perpustakaan milik Ningseh nampak begitu tenang yang terdengar hanyalah gemericik air sungai yang terletak tak jauh dari perpustakaan serta suara berisik dedaunan yang dipermainkan angin. Meskipun letak perpustakaan Ningseh agak jauh dari rumah perkampungan penduduk namun perpustakaan itu tak pernah sepi dari pengunjung.
Di dalam perpustakaan terdengar lirih percakapan antara Ningseh dan Agun. Agun adalah seorang pemuda kota, awal kedatangannya ke desa itu sekedar berkunjung untuk menikmati pemandangan alam yang terkenal dengan pegunungnya yang sering di jadikan tujuan pendakian. Pertemuannya dengan Ningseh lah yang membuatnya bertahan didesa tersebut.
“Kamu benar-benar tidak bersedia ikut denganku Ning? sebenarnya apalagi sih yang kamu pikirkan? kalau cuma karena perpustakaan ini, aku bisa saja membuatkanmu yang jauh lebih besar nantinya untukmu, aku mohon Ning ikutlah bersamaku” Agun mengiba pada Ningseh gadis ayu yang telah menakhlukkan hatinya.
Sementara itu Ningseh masih saja sibuk merapikan kembali buku-buku yang berserakan, memilah-milah kemudian mengembalikannya pada rak-rak buku yang sejenis, seakan-akan tak mendengar ucapan Agun yang selalu setia menemaninya, Agun mengekor dibelakang Ningseh, berharap akan jawaban atas keinginannya dan sesekali menerima uluran buku dari Ningseh ikut meletakkannya di rak buku depannya.
“Ningseh!”
Tak mau dicueki, Agun berdiri tepat dihadapan Ningseh memandang lekat wajah pujaan hatinya.
“Sudahlah mas lupakan saja” Ningseh berbalik berusaha menghindari tatapan Agun.
“Kamu menyerah?, aku ingin menikah hidup bahagia denganmu Ning”
“Rasanya itu tidak mungkin mas kita berbeda ” jawab Ningseh tanpa menoleh pada Agun.
“Kamu lupa dengan apa yang sering kamu ajarkan pada anak-anak didikmu? bukankah kamu sering mengatakan bila sejatinya manusia itu sama derajatnya hanya keimananlah yang membedakannya dan semua itu hanya Allah yang mengetahuinya “
“Mas Agun sanggup meyakinkan hal demikian pada kedua orang tua mas?”
Agun menelan ludah mendengar perkataan Ningseh, ingatannya kembali pada hubungannya dengan kekasih pertamanya yang kandas ditengah jalan karena tak direstui oleh orang tuanya. Dan kini ia jatuh cinta pada gadis desa yang pastinya akan dipandang lebih rendah lagi oleh keluarganya.
“Kali ini aku takkan menyerah Ning aku akan lakukan apa saja untuk bisa bersamamu” kata Agun meyakinkan Ningseh.
“Sudahlah mas, lebih baik turuti saja orang tua mas, carilah gadis yang sepadan dengan mas”
“Tapi aku mencin….” ucapan Agun terputus, seorang pengunjung berdiri didepan pintu memanggil Ningseh.
Ningseh berlalu meninggalkan Agun yang terlihat sebal, melangkah menuju orang yang memanggilnya yang memintanya mencarikan sebuah buku, setelah memberikan buku yang diminta Ningseh kembali ke pekerjaannya tanpa mempedulikankan lagi Agun.
“Ningseh… besok aku terpaksa kembali ke kota ada pekerjaan mendesak yang harus aku selesaikan, kutunggu kau ditempat biasanya.”
Tanpa menunggu jawaban Ningseh Agun berlalu begitu saja, Ningseh menghela nafas panjang, dipandanginya Agun yang melangkah gontai keluar dari perpustakaan kecil miliknya, pandangan Ningseh kembali menerawang jauh melewati sawah-sawah kosong yang baru saja di panen yang terletak di samping perpustakaan yang juga menjadi rumah tempat tinggalnya, ada rasa sakit menyelinap menusuk hatinya merasakan akan kehilangan orang yang sebenarnya dicintainya.
***
“Ning…Ningseh!”
Ningseh tersentak melihat Asti sahabatnya sudah berdiri disampingnya.
“Melamun ya?”
Ningseh tak menjawab, hanya mendesah sembari melirik jam tangannya yang entah untuk keberapa kali dilakukannya.
“Sudah sana ..pergi, mumpung belum terlambat”
“Menurutmu aku harus menemuinya?”
“Temuilah dia, jangan sampai menyesal nantinya”
Ningseh terdiam menatap Asti
“Pergilah” ucap Asti yang kedua kalinya sembari mengangguk meyakinkan Ningseh.
***
Dengan bersusah payah akhirnya Ningseh sampai di station, ia berlarian tak mempedulikan orang-orang yang memperhatikannya heran. Tepat didepan dimana ia dan Agun dulu bertemu Ningseh berhenti, kereta melaju cepat melintas dihadapannya tanpa memberi kesempatan sedikitpun untuk bertemu Agun.
Ningseh terlambat, ia tertunduk lemah di bangku pinggiran rel kereta, bangku yang pernah ia duduki bersama Agun.
“Kak Ningseh ya?” seorang gadis kecil penjual nasi berdiri di hadapan Ningseh.
“Bagaimana adik bisa tau nama saya?”
“Ada titipan dari Kakak cakep untuk Kak Ningseh” gadis kecil itu menyerahkan sebuah amplop berwarna kebiruan pada Ningseh kemudian berlari meninggalkan Ningseh yang masih terpaku. Dari tulisannya Ningseh sudah bisa mengenali bahwa surat itu dari Agun, segera dibuka dan dibacanya dengan seksama,
Tiada yang salah dengan perbedaan
Dan segala yang kita punya
Yang salah hanyalah sudut pandang kita
Yang membuat kita terpisah
Karena tak seharusnya
Perbedaan menjadi jurang
Bukankah kita diciptakan
Untuk dapat saling melengkapi
Mengapa ini yang terjadi
Mestinya perbedaan bukan alasan
Untuk tak saling memahami
Harusnya kita bisa memberi jalan
Untuk satukan semua harapan,
Ningseh…takkan ada yang bisa pisahkan kita, nantikan aku kembali akan kuperjuangkan cintaku untuk bisa bersamamu.
Agun.

Ningseh tersenyum, syair lagu Tere yang dituliskan Agun untuknya cukuplah menenangkan hatinya, didekapnya erat surat dari kekasih hatinya dengan harapan ia kembali dengan kemenangan cinta untuknya.


End!
Read More … Perbedaan Bukan penghalang

Kamis, 16 Juni 2011

Say No to valentine

Arti Valentine Day

Kegemaranku mengoleksi perangko kumulai sejak SD dulu, hingga saat ini. Benda kecil yang dianggap sebagian orang sebagai sampah, bagiku sangat berarti entah mengapa, rasanya bangga menatap tumpukan album yang penuh dengan perangko-perangko dari berbagai Negara itu. Bahkan hobiku ini pula yang telah mengantarkan aku pada perkenalan unik dengan Franky, yang setahun ini telah menjadi sahabat penaku.
Saat itu iseng, aku posting di wall sebuah group “Stamp Comunity” :
“Indahnya nuansa persahabatan, saling berbagi cerita dengan berkirim surat, Ada yang mau jadi sahabat penaku?? Ku tunggu inboxnya ya”
Mr.Frangko adalah nickname dari Frangky dialah orang pertama yang merespon uluran persahabatanku yang memiliki hobi sama denganku. Ia berasal dari Jakarta yang saat ini masih kuliah di Universitas Omar mukhtar yang berada di salah satu kota besar Libya Afrika utara. Selain kuliah, di negeri bekas jajahan Italia tersebut Frangky juga bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran besar di Al Bayda.
Meski setiap hari kami ngobrol melalui email atau chatting namun komunikasi kami lewat surat tak pernah terhenti masih sama persis seperti perjanjian yang telah kami buat dahulu menggunakan tulisan tangan dan memakai perangko yang berbeda-beda pada setiap surat yang kami kirim.
Awal February surat Franky kembali menyapaku:
“Hay Stemmy….moga saat ini engkau sedang berbahagia penuh dengan cintaNYA.
Begitu pula aku disini menikmati senja disudut taman kota, memandang iri pada dua burung yang bermesraan berkicau riang di atas dahan cemara. Ah….mungkin aku akan lebih iri lagi bila nanti melihatmu merayakan valday bersama kawanmu atau mungkin barsama pemujamu, oh tidak..semoga saja tidak terjadi itu.
Hmm..14 february hari yang penuh cinta namun sayang tak bisa kulewatkan bersamamu, yah anggap aja lembaran kertas ini sebagai bunga dan coklat dariku sebagai ungkapan sayangku padamu.
Ngomong-ngomong udah ada persiapan apa aja nie?? pasti valday di Negara tempat tinggalmu lebih seru dan menarik, di tunggu ya ceritanya”
Salam..sahabat yang selalu menunggu untaian kata-kata dalam balutan indah tulisan tanganmu, Mr. franko
Kulipat kembali kertas merah muda bermotif hati dan bunga itu, kuletakkan di atas meja kerjaku yang penuh tumpukan kertas dan file-file berkas yang mesti aku kerjakan hari ini. Ingin sekali kubalas surat itu segera kujelaskan tentang makna valday bagi diriku. Dan aku tak rela orang yang kukasihi ikut-ikutan latah merayakan ritual yang jelas-jelas tak ada dalam ajaran kita. Dengan terpaksa kubalas surat itu melalui email yang berarti tak ada prangko untuknya bulan ini.
“Say No To ValDay” Adalah subjek emailku
Hy..Frank pastinya engkau sudah terlelap saat ini, mengukir indahnya mimpi-mimpi bersama bidadari .
Kubaca sudah rangkaian indah kalimatmu dan kau ingin mendengar cerita valday dariku bukan?? Tak sabar aku segera ingin berbagi denganmu benar katamu valday disini lebih menarik dari Negara tempat tinggalmu yang pastinya akan Say No To ValDay atau mungkin negeri kita sendiri yang masih Pro-kontra tentang ValDay.
Di setiap toko coklat sibuk membuat beraneka macam bentuk coklat yang unik dan cantik, café restoran lebih indah dengan dekorasi ala ValDay yang identik dengan hati yang di penuhi anak panah si cupid dan pastinya dengan menu special dinnernya, begitu pula dengan hotel-hotel yang tak mau ketinggalan, bersaing memberikan special price bagi customernya yang booking pada malam 14 february.
Dan aku sendiri tak ada persiapan khusus kecuali memperbanyak doa semoga tak banyak korban pada malam yang disebut-sebut sebagai hari kasih sayang itu, yang hanya mengatasnamakan cinta hingga rela melepaskan kehormatannya.
Seharusnya kita tidak mudah terbawa kebudayaan barat yang belum tentu pantas kita tiru apalagi ikut merayakannya. Bukankah ValDay sendiri adalah hari untuk mengenang kematian Valentine yang jelas-jelas berbeda keyakinan dengan kita. Pantaskah kita seorang muslim ikut-ikutan merayakan ritual yang tak ada dalam ajaran sendiri??
Kalau hanya untuk mengungkapkan kasih sayang, memberi coklat atau bunga kenapasih harus menunggu 14 february?? Bukankah kita di ajarkan untuk saling menyayangi setiap saat setiap waktu tanpa mengenal batasan waktu apalagi harus menunggu 14february, Ah.. kelamaan deh.
Kuakhiri kalimatku dengan menekan tanda send.
Tak mengira Frangky akan segera membalas emailku lebih cepat dari perkiraanku,
“Aku terjaga suara ketukan jarimu membangunkanku, Oh…Temm rupanya aku salah mendugamu meskipun engkau hidup di negeri yang penuh kebebasan namun tak sedikitpun tergoyahkan keyakinanmu.
Ok-lah aku ikut di belakangmu, saat ini juga kukibarkan bendera “katakan Tidak Untuk Hari Valentine” kalo perlu nie mau aku usulkan jadi desain prangko “say no to ValDay” kan lebih unik.
Read More … Say No to valentine

Senin, 13 Juni 2011

Kunci Kemuliaan Dunia Akhirat

Diposkan oleh Bermanfaat Bagi Yang Lain di 11:04 . Minggu, 11 Juli 2010
Ust Muhammad Arifin Ilham

Hudzaifah.org - Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwah fillah rahimakumullah, saudara saudariku yang kucintai karena Allah. Semua kita menghendaki kemuliaan, kejayaan, tidak saja di dunia tapi juga di akhirat. Dan mereka yang sukses di akhirat dimulai dari suksesnya di dunia. Simaklah kalamullah surat Fatir ayat 10. Siapapun yang merindukan kejayaan dunia akhirat simaklah kalamullah ini. Allah berfirman kepada kita:

"Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan (kalimat) yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya..." (QS. Fatir: 10)

Garis bawahi "kalimat yang baik" dan "amal yang shaleh". Kalimat yang mulia, lisan yang selalu bicara yang baik, dari dzikir kepada Allah, dakwah, mengajak manusia ke jalan Allah, ada qoulan tsaqilla: kata-kata pilihan, qoulan laina: kata-kata yang santun, qoulan sadida: kata-kata yang mulia, qoulan baligho: kata-kata bukan hanya "yang penting sampai", tapi benar-benar berangkat (dari) menyampaikannya karena kecintaan kepada siapa yang disampaikan. Kecintaannya kepada Allah membuat ia cinta kepada makhluk Allah, lalu ia berkata-kata, inilah qoulan baligho.

Berarti kalimat yang baik, belum cukup bila belum dilanjutkan dengan amal yang shaleh, amal yang nyata, amal yang membawa kebaikan perbaikan. Inilah yang membuat seorang hamba itu mulia. Tidak cukup dengan hanya amal shaleh, tapi juga diiringi dengan perkataan yang baik. Tidak cukup berkata yang baik, tapi juga diiringi dengan amal yang shaleh. Berarti amal yang shaleh dan berkata yang baik, dua hal yang dapat dibedakan, tidak dapat dipisahkan untuk mencapai kejayaan di dunia dan di akhirat. Sebagaimana dzikir dan jihad, dua hal yang dapat dibedakan tapi tidak pernah dapat dipisahkan. Hamba Allah yang berdzikir itu berjihad di jalan Allah. Dan hamba Allah yang berjihad di jalan Allah itu selalu berdzikir kepada Allah SWT.

Berarti hamba Allah yang beriman, hamba Allah yang bertaqwa, akan meraih kemuliaan. Dan istimewanya kita akan mendengar dari lisan mereka perkataan yang baik, dan mereka terus beramal shaleh. Karena mereka tahu, hari jam menit detik menuju kematian. Hidup di dunia ini fana. Itulah yang mereka lakukan demi ini. Tidak heran mereka dimuliakan oleh Allah, dimuliakan oleh para malaikat, dimuliakan di muka bumi ini, karena perkataan dan amal shaleh.

Banyak orang bisa berkata tapi belum tentu bisa beramal. Ada juga orang yang beramal tapi perkataannya kurang baik. Rasulullah SAW bersabda, barangsiapa yang beriman kepada Allah, beriman kepada hari akhirat, hendaklah ia berkata baik, benar, jujur, kalau tidak: diam.

Hanya dua pilihan, kalau tidak bisa berkata baik benar, diam saja. Maka itu yang kedua, kata-kata "diam", diam lebih baik daripada bicara yang tidak baik. Diam itu emas, tapi bicara baik benar adalah akhlak yang mulia.

Subhanallah. Sungguh beruntung hamba Allah yang beriman. Lisannya baik, amalnya baik, pantaslah ia mendapat kejayaan dunia akhirat.

Subhanakallahumma wabihamdika asyhaduallaailaahailla anta astaghfiruka wa atubuilaik. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. []


Sumber : http://www.hudzaifah.org/Article314.phtml
Read More … Kunci Kemuliaan Dunia Akhirat

Minggu, 12 Juni 2011

Prosa

Prosa ialah karangan bebas, tidak terikat oleh banyaknya baris, banyaknya suku kata dalam setiap baris dan rima.



Prosa dapat dibedakan atas : a. Prosa lama

b. Prosa baru



...
Perbedaan antara prosa lama dan baru adalah sebagai berikut :



Prosa lama

1. Statis, lamban perubahannya

2. Istana Sentris, bersifat kerajaan

3. Bersifat fantastis, bentuknya hikayat, dongeng

4. Di pengaruhi sastra Hindu dan Arab

5. Tidak ada pengarang atau anonim



Prosa baru

1. Dinamis, perubahannya cepat

2. Rakyat Sentris, mengambil bahan dari rakyat sekitar

3. Realistis, bentuknya roman, novel, cerpen, drama, kisah, dsb.

4. Di pengaruhi sastra Barat

5. Nama pencipta selalu dicantumkan



Pelipur Lara

Cerita pelipur lara di Minangkabau disebut Kaba,

Di antaranya : Ceritra Si Umbut Muda dan Ceritra Sabai Nan Aluih



Hikayat

1. Bahan di ambil dari kehidupan raja-raja dan dewa

2. Di hiasi dongeng serba indah

3. Melukiskan kegagahan raja-raja atau dewa

Contoh : - Hikayat Hang Tuah (bercampur dengan unsur Islam) - Hikayat Si Miskin (bercampur dengan unsur Islam dan India

Ceritra Panji

Ialah hikayat yang berasal dari Sastra Jawa. Ceritra berpokok kepada 4 kerajaan di Jawa. (Jenggala, Kediri, Ngurawan dan Singosari)

Contoh : Hikayat Panji Semirang dan Hikayat Dalang Indra Kusumah



Ceritra Berbingkai

Ceritra berbingkai ialah ceritra yang didalamnya terdapat ceritra yang diceritrakan oleh pelaku-pelakunya. Yang terakhir disebut ceritra sisipan. Ceritra sisipan pun mempunyai ceritra sisipan lagi, sehingga menjadi ceritra bersusun.

Contoh : - Hikayat 1001 malam

- Hikayat Kalilah dan Daminah

- Hikayat Bayan Budiman

Ceritra berbingkai bertemakan pendidikan akhlak,agar manusia tidak berbuat jahat dan lalim terhadap sesamanya.



Tambo

Ialah ceritra sejarah yang bercampur dengan dongeng.

Contoh : - Sejarah Melayau

- Silsilah Raja Bugis (Raja Ali Haji)

- Tambo Bengkahulu

Dongeng

Dongeng dapat dibedakan atas ; Mite, Sage, Legenda dan Fabel.



Mite

Dari kata mitos (Yunani) berarti ceritra istimewa tentang dewa-dewi dan pahlawan yang dipuja-puja.

Contoh : - Hikayat Mahabrata

- Hikayat Ramayana

- Hikayat Illias dan Odyes karangan Homerus



Sage

Sage ialah dongeng yang mengandung unsur sejarah.

Contoh : Ceritra Ciung Wanara dan Ceritra Lutung Kasarung



Legenda

Legenda yang dihubung-kan dengan kenyataannya dalam alam.

Contoh : Ceritra Si Malin Kundang dan Ceritra Gunung Tangkuban Perahu



Fabel

Ialah dongeng binatang yang dilukiskan seperti manusia dapat berkata-kata, dapat berfikir dan berisi ajaran hidup.



Roman

Ialah ceritra / karangan yang melukiskan hidup pelaku-pelakunya dari awal sampai akhir. Dari kecil, remaja, dewasa, sampai meninggal. Dalam roman sudah menjadi cirri khas adanya lukisan percintaan. Itulah sebabnya para orang tua zaman dahulu melarang anaknya membaca buku roman sebelum dewasa.



Novel

Ialah ceritra yang melukiskan sebagian hidup pelaku yang penting saja. Bahasanya sederhana atau bahasa sehari-hari dan bersifat realisme atau naturalisme.

Contoh : Pulang (Toha Mukhtar), Perburuan (Pramudia A. Toer)



Cerpen

Cerpen lebih pendek daripada novel, sehingga bias selesai dibaca dalam tempo satu atau dua jam. Dalam cerpen krisis jiwa pelaku tidak usah mengakibatkan perubahan nasib. Umumnya pelaku tak usah ada perubahan. Cerpen dapat kita temui dalam majalah-majalah. Cerpen meliputi kisah, cerita ataupun lukisan.



Kisah

Pengertian lama kisah ialah ceritra tentang perjalanan.

Contoh : Kisah pelayaran Abdullah dari Singapura ke Kelantan

Dalam pengertian modern, kisah berarti ceritra.

Contoh : Kisah Sebuah Celana Pendek (Idrus)



Biografi dan Otobiografi

Biografi menceritakan seseorang tentang riwayat hidupnya. Jasanya dalam masyarakat. Biasanya yang ditulis biografinya adalah orng-orang penting.

Contoh : Dr. Sutomo (Wahid Ratu), W.R. Supratman (Matu Mona)



Bila penulis menulis riwayatnya sendiri, hasilnya bisa disebut otobiografi.

Contoh : Kenangan Pangeran Ahmad Djajadiningrat





Drama

Drama ialah ceritra yang dapat di pentaskan. Percakapanny langsung. Tingkah laku, tempat kejadian, dan situasi tempat berlangsungnya percakapan dituliskan. Bahasa yang dipakai disesuaikan dengan bahasa golongan pelaku. Bahasa jongos berbeda dengan bahasa majikan, guru, dokter, pujangga dan lain-lain.

Drama bisa dibegi-bagi atas babak atau adegan. Didalam drama biasanya terdapat :

a. Dialog : Percakapan antara dua orang sesuai dengan perbuatannya.

b. Prolog : Kata pendahuluan, maksudnya untuk menarik minat penonton terhadap apa yang akan di pertunjukkan.

c. Epilog : Kata penutup untuk mencantumkan dan mengikhtisarkan nilai-nilai yang dikandung.



Essay

Ialah tulisan yang berisi pandangan atau kupasan atas sesuatu yang baru. Obyeknya sekitar kebudayaan atau seni .

Yang termasuk essayist (ahli essay) antara lain :

a. Armin Pane : Mengupas Kesusastraan Indonesia Baru

b. Adiegoro : Mengupas Revolusi dan Kebudayaan

c. Asmar Ismail : Mengupas Drama

Sumber: abdulrachmanset.multiply.com/journal/item/6 - Filipina

See More
Read More … Prosa

Tanda Baca

KAIDAH TANDA BACA





1. TANDA TITIK

• Memisahkan angka, jam, menit, dan detik. Contoh: Pukul 01.24.20

...
• Memisahkan bilangan ribuan. Contoh: 23.400

• Akhir kalimat berita. Contoh: Hari ini adalah hari pahlawan.



2. TANDA HUBUNG

• Awalan + angka. Contoh: ke-2

• Imbuhan + huruf kapital/angka. Contoh: se-Indonesia

• Singkatan satu huruf: sinar-X

• Kata ulang. Contoh: kemerah-merahan

• Awalan + kata asing: me-resuffle



3. TANDA GARIS MIRING

• Tiap. Contoh: Rp1.000,00/biji

• Atau: ayah/ibu

• Tahun ajaran:2008/2009

• Nomor surat: 124/Kep/GM/IV/2008



4. TANDA KOMA

• Rincian. Contoh: Saya membeli piring, sendok, dan garpu.

• Anak kalimat mendahului induk pada kalimat majemuk bertingkat. Contoh: Walaupun dia tidak diundang, dia tetap datang ke pesta ibunya.

• Memisahkan klausa-klausa dalam kalimat majemuk setara. Contoh:

- Dia memang pandai, tetapi tidak suka membantu temannya.

- Anni anak yang sederhana, namun dia rajin sekali.

- ..............., sedangkan...........

• Kesimpulan. Contoh:

- Dengan demikian,

- Oleh karena itu,

• Aposisi (penjelasan) contoh:

- ...............,misalnya,.........

- Andi, siswa teladan itu, suka makan tahu.



5. TANDA PETIK

• Kalimat langsung. Contoh: Ia berkata,”Ade, datanglah ke rumahku.”

• Mengapit judul syair, bab, lagu, karangan. Contoh: lagu ”Indonesia Raya” berkumandang saat bendera dikibarkan.

• Mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal. Contoh: Pekerjaan iti dilaksanakan dengan cara ”trial and error.”

• Mengapit kata/ungkapan dengan arti khusus. Contoh: Karena warna kulitnya, Budi mendapat julukan ”Si Hitam”.









6. TANDA TITIK DUA

• Dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian. Contoh: dia membeli perlengkapan mandi antara lain: sabun, gayung, dan pasta gigi.

• Dipakai sesudah kata/ungkapan yang memerlukan pemerian. Contoh: Ketua:

• Teks drama. Contoh: Ibu:...........

• Di antara jilid/no dan halaman. Contoh: Tempo, I (1971), 34:7.

• Di antara bab dan ayat dalam kitab suci. Contoh: Surat Yassiin: 9

• Nama kota dan penerbit buku dalam daftar pustaka. Contoh: Maryani, Yani. 2008. Intisari Sastra Indonesia. Jakarta: Gramedia.



7. HURUF KAPITAL

• Nama orang: Anto

• Tahun: tahun Kabisat

• Bulan: bulan Mei

• Hari: hari Rabu

• Peristiwa bersejarah: Perang Puputan

• Suku: suku Sasak

• Bangsa: bangsa Indian

• Bahasa: bahasa Indonesia

• Agama: agama Islam

• Gelar termasuk gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan. Contoh: Haji Agus Salim.

• Jabatan. Contoh: Kepala Desa Cibereum

• Kata sapaan. Contoh: Dengan surat ini kami mengundang Saudara untuk menghadiri................



8. HURUF MIRING

• Judul buku buku:. Contoh: Maryani, Yani. 2008. Intisari Sastra Indonesia. Jakarta: Gramedia.

• Majalah. Contoh: Femina

• Surat kabar. Contoh: Jawa Pos

• Nama ilmiah. Contoh: pengakuan secara de facto..........



NAMA TEMPAT

1. kapital :Asal: Orang Bali

geografi: Pulau Kalimantan

2. kecil: jenis: salak bali



NAMA ORANG

1. kapital: Milik: mobil Andreas

hukum: hukum Newton

2. kecil: satuan: 220 volt

See More
Read More … Tanda Baca

Paragraf Argumentasi

Paragraf Argumentasi adalah paragraf atau karangan yang membuktikan kebenaran tentang sesuatu.



Untuk memperkuat ide atau pendapatnya penulis wacana argumetasi menyertakan data-data pendukung. Tujuannya, pembaca menjadi yakin atas kebenaran yang disampaikan penulis.



Dalam paragraf argumentasi, biasanya ditemukan beberapa ciri yang mudah dike...nali. Ciri- ciri tersebut misalnya (1) ada pernyataan, ide, atau pendapat yang dikemukakan penulisnya; (2) alasan, data, atau fakta yang mendukung; (3) pembenaran berdasarkan data dan fakta yang disampaikan. Data dan fakta yang digunakan untuk menyusun wacana atau paragraf argumentasi dapat diperoleh melalui wawancara, angket, observasi, penelitian lapangan, dan penelitian kepustakaan.





Pada akhir paragraf atau karangan, perlu disajikan kesimpulan. Kesimpulan ini yang membedakan argumentasi dari eksposisi.





Menyetop bola dengan dada dan kaki dapat ia lakukan secara sempurna. Tembakan kaki kanan dan kiri tepat arahnya dan keras. Sundulan kepalanya sering memperdayakan kiper lawan. Bola seolah-olah menurut kehendaknya. Larinya cepat bagaikan kijang. Lawan sukar mengambil bola dari kakinya. Operan bolanya tepat dan terarah. Amin benar-benar pemain bola jempolan (Tarigan 1981 : 28).





Mempertahankan kesuburan tanah merupakan syarat mutlak bagi tiap-tiap usaha pertanian. Selama tanaman dalam proses menghasilkan, kesuburan tanah ini akan berkurang. Padahal kesuburan tanah wajib diperbaiki kembali dengan pemupukan dan penggunaan tanah itu sebaik-baiknya. Teladan terbaik tentang cara menggunakan tanah dan cara menjaga kesuburannya, dapat kita peroleh pada hutan yang belum digarap petani.



Tujuan yang ingin dicapai melalui pemaparan argumentasi ini, antara lain :



melontarkan pandangan / pendirian



mendorong atau mencegah suatu tindakan



mengubah tingkah laku pembaca



menarik simpati



See More
Read More … Paragraf Argumentasi

Paragraf Exposisi

Menulis eksposisi sangat besar manfaatnya. Mengapa? Sebagian besar masyarakat menyadari pentingnya sebuah informasi.



Eksposisi merupakan sebuah paparan atau penjelasan.



Jika ada paragraf yang menjawab pertanyaan apakah itu? Dari mana asalnya? Paragraf tersebut merupakan sebuah paragraf eksposisi. Eksposisi adalah karangan yang menyajikan se...jumlah pengetahuan atau informasi. Tujuannya, pembaca mendapat pengetahuan atau informasi yang sejelas – jelasnya.



Contoh : laporan





Dalam paragraf eksposisi, ada beberapa jenis pengembangan, yaitu (1) eksposisi definisi, (2) eksposisi proses, (3) eksposisi klasifikasi, (4) eksposisi ilustrasi (contoh), (5) eksposisi perbandingan & pertentangan, dan (6) eksposisi laporan.



Mengenali Contoh-contoh Paragraf Eksposisi





PARAGRAF 1



Ozone therapy adalah pengobatan suatu penyakit dengan cara memasukkan oksigen ,urni dan ozon berenergi tinggi ke dalam tubuh melalui darah. Ozone therapy merupakan terapi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, baik untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita maupun sebagai pencegah penyakit.



PARAGRAF 2



Pemerintah akan memberikan bantuan pembangunan rumah atau bangunan kepada korban gempa. Bantuan pembangunan rumah atau bangunan tersebut disesuaikan dengan tingkat kerusakannya. Warga yang rumahnya rusak ringan mendapat bantuan sekitar 10 juta. Warga yang rumahnya rusak sedang mendapat bantuan sekitar 20 juta. Warga yang rumahnya rusak berat mendapat bantuan sekitar 30 juta. Calon penerima bantuan tersebut ditentukan oleh aparat desa setempat dengan pengawasan dari pihak LSM.



PARAGRAF 3



Sampai hari ke-8, bantuan untuk para korban gempa Yogyakarta belum merata. Hal ini terlihat di beberapa wilayah Bantul dan Jetis. Misalnya, di Desa Piyungan. Sampai saat ini, warga Desa Piyungan hanya makan singkong. Mereka mengambilnya dari beberapa kebun warga. Jika ada warga yang makan nasi, itu adalah sisa-sisa beras yang mereka kumpulkan di balik reruntuhan bangunan. Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa bantuan pemerintah kurang merata.



PARAGRAF 4



Pernahkan Anda menghadapi situasi tertentu dengan perasaan takut? Bagaimana cara mengatasinya? Di bawah ini ada lima jurus untuk mengatasi rasa takut tersebut. Pertama, persipakan diri Anda sebaik-baiknya bila menghadapi situasi atau suasana tertentu; kedua, pelajari sebaik-baiknya bila menghadapi situasi tersebut; ketiga, pupuk dan binalah rasa percaya diri; keempat, setelah timbul rasa percaya diri, pertebal keyakinan Anda; kelima, untuk menambah rasa percaya diri, kita harus menambah kecakapan atau keahlian melalui latihan atau belajar sungguh – sungguh.



PARAGRAF 5



Pascagempa dengan kekuatan 5,9 skala richter, sebagian Yogyakarta dan Jawa Tengah luluh lantak. Keadaan ini mengundang perhatian berbagai pihak. Bantuan pun berdatangan dari dalam dan luar negeri. Bantuan berbentuk makanan, obat-obatan, dan pakaian dipusatkan di beberapa tempat. Hal ini dimaksudkan agar pendistribusian bantuan tersebut lebih cepat. Tenaga medis dari daerah-daerah lain pun berdatangan. Mereka memberikan bantuan di beberapa rumah sakit dan tenda – tenda darurat.



PARAGRAF 6



Sebenarnya, bukan hanya ITS yang menawarkan rumah instan sehat untuk Aceh atau dikenal dengan Rumah ITS untuk Aceh (RI-A). Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman Departemen Pekerjaan Umum juga menawarkan “Risha” alias Rumah Instan Sederhana Sehat. Modelnya hampir sama, gampang dibongkar-pasang, bahkan motonya “Pagi Pesan, Sore Huni”. Bedanya, sistem struktur dan konstruksi Risha memungkinkan rumah ini berbentuk panggung. Harga Risha sedikit lebih mahal, Rp 20 juta untuk tipe 36. akan tetapi, usianya dapat mencapai 50 tahun karena komponen struktur memakai beton bertulang, diperkuat pelat baja di bagian sambungannya. Kekuatannya terhadap gempa juga telah diuji di laboratorium sampai zonasi enam.





Topik – topik yang Dapat Dikembangkan Menjadi Paragraf Eksposisi



Tujuan paragraf eksposisi adalah memaparkan atau menjelaskan sesuatu agar pengetahuan pembaca bertambah. Oleh karena itu, topik-topik yang dikembangkan dalam paragraf eksposisi berkaitan dengan penyampaian informasi. Berikut ini contoh – contoh topik yang dapat dikembangkan menjadi sebuah paragraf eksposisi.



Manfaat menjadi orang kreatif



Bagaimana proses penyaluran bantuan langsung?



Konsep bantuan langsung tunai.



Faktor – faktor penyebab mewabahnya penyakit flu burung.

See More
Read More … Paragraf Exposisi

Paragraf Deskripsi

Paragraf deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan sesuatu dengan jelas dan terperinci. Paragraf deskrispi bertujuan melukiskan atau memberikan gambaran terhadap sesuatu dengan sejelas-jelasnya sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, membaca, atau merasakan hal yang dideskripsikan.



Contoh : keadaan banjir, suasana di pasar



...


Menandai Ciri-ciri Paragraf Deskripsi



Bacalah dua kutipan di bawah ini!



KUTIPAN 1



Malam itu, indah sekali. Di langit, bintang – bintang berkelip – kelip memancarkan cahaya. Hawa dingin menusuk kulit. Sesekali terdengar suara jangkrik, burung malam, dan kelelawar mengusik sepinya malam. Angin berhembus pelan dan tenang.



KUTIPAN 2



Kamar itu, menurut penglihatan saya, sangatlah besar dan bagus. Sebuah tempat tidur besi besar dengan kasur, bantal, guling, dan kelambu yang serba putih, berenda dan berbunga putih, berada di kamar dekat dinding sebelah utara. Kemudian, satu cermin oval besar tergantung di dinding selatan. Di kamar itu juga ada lemari pakaian yang amat besar terbuat dari kayu jati. Lemari kokoh itu tepat berada di samping pintu kamar



Kedua kutipan tersebut adalah contoh paragraf deskripsi. Paragraf deskripsi mempunyai ciri-ciri yang khas, yaitu bertujuan untuk melukiskan suatu objek.



Dalam paragraf deskripsi, hal-hal yang menyentuh pancaindera (penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan, atau perabaan) dijelaskan secara terperinci. Inilah ciri-ciri paragraf deskripsi yang menonjol, seperti dalam kutipan 1.



Ciri yang kedua adalah penyajian urutan ruang. Penggambaran atau pelukisan berupa perincian disusun secara berurutan; mungkin dari kanan ke kiri, dari atas ke bawah, dari depan ke belakang, dan sebagainya, seperti dalam kutipan 2.



Ciri deskripsi dalam penggambaran benda atau manusia didapat dengan mengamati bentuk, warna, dan keadaan objek secara detil/terperinci menurut penangkapan si penulis.



….seorang gadis berpakaian hitam…..



….tiga lelaki tanpa alas kaki….



Dalam paragraf deskripsi, unsur perasaan lebih tajam daripada pikiran.



….bersama terpaan angin yang lembut…..

See More
Read More … Paragraf Deskripsi

Paragraf Narasi

Paragraf narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian. Dalam karangan atau paragraf narasi terdapat alur cerita, tokoh, setting, dan konflik. Paragraf naratif tidak memiliki kalimat utama.





Perhatikan contoh berikut!



...
Kemudian mobil meluncur kembali, Nyonya Marta tampak bersandar lesu. Tangannya dibalut dan terikat ke leher. Mobil berhenti di depan rumah. Lalu bawahan suaminya beserta istri-istri mereka pada keluar rumah menyongsong. Tuan Hasan memapah istrinya yang sakit. Sementara bawahan Tuan Hasan saling berlomba menyambut kedatangan Nyonya Marta.



Paragraf naratif disusun dengan merangkaikan peristiwa-peristiwa yang berurutan atau secara kronologis. Tujuannya, pembaca diharapkan seolah-olah mengalami sendiri peristiwa yang diceritakan.



Contoh : novel, cerpen, drama



Paragraf narasi dibedakan atas dua jenis, yaitu narasi ekspositoris dan narasi sugestif. Paragraf narasi ekspositoris berisikan rangkaian perbuatan yang disampaikan secara informatif sehingga pembaca mengetahui peristiwa tersebut secara tepat.



Siang itu, Sabtu pekan lalu, Ramin bermain bagus. Mula-mula ia menyodorkan sebuah kontramelodi yang hebat, lalu bergantian dengan klarinet, meniupkan garis melodi utamanya. Ramin dan tujuh kawannya berbaris seperti serdadu masuk ke tangsi, mengiringi Ahmad, mempelai pria yang akan menyunting Mulyati, gadis yang rumahnya di Perumahan Kampung Meruyung. Mereka membawakan lagu “Mars Jalan” yang dirasa tepat untuk mengantar Ahmad, sang pengantin….



Sumber : Tempo, 20 Februari 2005



Paragraf narasi sugestif adalah paragraf yang berisi rangkaian peristiwa yang disusun sedemikian rupa seehingga merangsang daya khayal pembaca, tentang peristiwa tersebut.



Patih Pranggulang menghunus pedangnya. Dengan cepat ia mengayunkan pedang itu ke tubuh Tunjungsekar. Tapi aneh, sebelum mengenai tubuh Tunjungsekar. Tapi aneh, sebelum mengenai tubuh Tunjungsekar, pedang itu jatuh ke tanah. Patih Pranggulang memungut pedang itu dan membacokkan lagi ke tubuh Tunjungsekar. Tiga kali Patih Pranggulang melakukan hal itu. Akan tetapi, semuanya gagal.

See More
Read More … Paragraf Narasi

Paragraf persuasi

Paragraf Persuasi merupakan paragraf yang berisi imbauan atau ajakan kepada orang lain untuk melakukan sesuatu seperti yang diharapkan oleh penulisnya. Oleh karena itu, biasanya disertai penjelasan dan fakta-fakta sehingga meyakinkan dan dapat mempengaruhi pembaca.



Pendekatan yang dipakai dalam persuasi adalah pendekatan emotif yang berusaha me...mbangkitkan dan merangsang emosi.



Contoh : (1) propaganda kelompok / golongan, kampanye, (2) iklan dalam media massa, (2) selebaran, dsb.



karangan yang bertujuan mempengaruhi dan membujuk pembaca





Sistem pendidikan di Indonesia yang dikembangkan sekarang ini masih belum memenuhi harapan. Hal ini dapat terlihat dari keterampilan membaca siswa kelas IV SD di Indonesia yang berada pada peringkat terendah di Asia Timur setelah Philipina, Thailand, Singapura, dan Hongkong. Selain itu, berdasarkan penelitian, rata-rata nilai tes siswa SD kelas VI untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA dari tahun ke tahun semakin menurun. Anak-anak di Indonesia hanya dapat menguasai 30% materi bacaan. Kenyataan ini disajikan bukan untuk mencari kesalahan penentu kebijakan, pelaksana pendidikan, dan keadaan yang sedang melanda bangsa, tapi semata-mata agar kita menyadari sistem pendidikan kita mengalami krisis. Oleh karena itu, semua pihak perlu menyelamatkan generasi mendatang. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memperbaiki sistem pendidikan nasional.



Sumber : Kompas, 10 November 2001 dengan pengubahan seperlunya

See More
Read More … Paragraf persuasi

Penghubung Kalimat

Adalah: kata-kata yang digunakan untuk menghubungkan kata dengan kata, klausa dengan klausa, serta kalimat.



Kata penghubung kata, klausa, atau kalimat setara/sederajat

Menggabungkan biasa: dan, dengan, serta;

Menggabungkan memilih: atau;

...
Menggabungkan mempertentangkan: namun, (akan) tetapi, sebaliknya, sedangkan;

Menggabungkan membetulkan: melainkan, hanya;

Menggabungkan menegaskan: bahkan, malah(an), lagi pula, apalagi, jangankan;

Menggabungkan membatasi: kecuali, hanya;

Menggabungkan mengurutkan: lalu, kemudian, selanjutnya;

Menggabungkan menyamakan: yaitu, yakni, bahwa;

Menghubungkan menyimpulkan: jadi.



Kata penghubung klausa bertingkat

Menyatakan sebab: (oleh) sebab (itu, nya), (oleh) karena (itu, nya);

Menyatakan syarat: jika, kalau, apabila, bila, asal(kan);

Menyatakan tujuan: agar, supaya;

Menyatakan waktu: ketika, sewaktu, pada waktu, saat, pada saat, sebelum, sesudah, tatkala, sambil, sembari, sejak;

Menyatakan akibat: sampai, maka, hingga, sehingga, akibatnya;

Menyatakan sasaran: untuk, guna;

Menyatakan perbandingan: seperti, sebagai, bagai, bagaikan, laksana

See More
Read More … Penghubung Kalimat

Homonim, Homograf, Homofan

HOMONIM

Dari bahasa Yunani anoma “nama” dan homo “sama”.

Secara harfiah: nama sama untuk benda atau hal lain

Secara semantik: ungkapan (yang berupa kata atau kalimat) yang bentuknya sama dengan ungkapan yang lain, tetapi maknanya tidak sama.

contoh

...
Baku:1. pokok(bahan baku)

2. saling (baku hantam)

Bagi : 1. untuk (bagi adik)

2. pecah (bagi tiga)

Asa :1. harapan (putus asa)

2. satuan (film asa 100)

Bak :1. seperti (bak rembulan)

2. tempat (bak sampah)

Buku :1. ruas (enam buku tebu)

2. kitab(buku MTK)

Bisa :1. racun(bisa lebah)

2. dapat (bisa membaca)

Dara :1. merpati(burung dara)

2. wanita muda(dara manis)



Contoh lain

Kali

Hawa

Mawas

Per

Pasang

Hak

Kabur

Rapat

Daki

Komisi

Lurah

roman



HOMOGRAF

Kata-kata yang memiliki kesamaan tulisan, namun berbeda dalam pengucapan dan makna yang terkandung



Contoh

Apel :1. [apĂŞl]-buah

2. [apél]-upacara, kumpul

Mental:1.[mĂŞntal]-berbalik

2. [méntal]-kejiwaan

Sedan :1. [sĂŞdan]-isak tangis

2. [sédan]-jenis kendaraan roda empat



Contoh lain

Semi

Per

Teras

Seret





HOMOFON

HOMO= SAMA

PHONE=BUNYI

Jadi, homofon: kata-kata yang pengucapannya sama, tetapi tulisan dan maknanya tidak sama



Contoh

Bank: lembaga keuangan

bang: kakak pria

Massa: kumpulan orang banyak

masa: rentang waktu tertentu

Seni: karya yang indah

zeni: jurusan teknik Akabri

Sah: resmi, formal

syah: gelar, kebangsawanan

Sangsi: ragu

sanksi:hukuman

See More
Read More … Homonim, Homograf, Homofan

Mengenal Prosa lama

Mengenal Prosa Lama


Karya sastra prosa dapat diklasifikasikan berdasarkan pembabakannya menjadi prosa lama dan prosa baru. Prosa lama merupakan karya sastra yang belum mendapat pengaruh dari sastra atau kebudayaan barat. Karya sastra prosa lama yang mula-mula timbul disampaikan secara lisan, disebabkan karena belum dikenalnya bentuk tulisan.... Setelah agama dan kebudayaan Islam masuk ke Indonesia, masyarakat menjadi akrab dengan tulisan, dan bentuk tulisan pun mulai banyak dikenal. Sejak itulah sastra tulisan mulai dikenal dan sejak itu pulalah babak-babak sastra pertama dalam rentetan sejarah sastra Indonesia mulai ada.

Adapun bentuk-bentuk sastra prosa lama adalah:

1. Hikayat, berasal dari India dan Arab, berisikan cerita kehidupan para dewi, peri, pangeran, putri kerajaan, serta raja-raja yang memiliki kekuatan gaib. Kesaktian dan kekuatan luar biasa yang dimiliki seseorang, yang diceritakan dalam hikayat kadang tidak masuk akal. Namun dalam hikayat banyak mengambil tokoh-tokoh dalam sejarah. Contoh: Hikayat Hang Tuah, Kabayan, Si Pitung, Hikayat Si Miskin, Hikayat Indra Bangsawan, Hikayat Sang Boma, Hikayat Panji Semirang, Hikayat Raja Budiman.

2. Sejarah (tambo), adalah salah satu bentuk prosa lama yang isi ceritanya diambil dari suatu peristiwa sejarah. Cerita yang diungkapkan dalam sejarah bisa dibuktikan dengan fakta. Selain berisikan peristiwa sejarah, juga berisikan silsilah raja-raja. Sejarah yang berisikan silsilah raja ini ditulis oleh para sastrawan masyarakat lama. Contoh: Sejarah Melayu karya datuk Bendahara Paduka Raja alias Tun Sri Lanang yang ditulis tahun 1612.

3. Kisah, adalah cerita tentang cerita perjalanan atau pelayaran seseorang dari suatu tempat ke tempat lain. Contoh: Kisah Perjalanan Abdullah ke Negeri Kelantan, Kisah Abdullah ke Jedah.

4. Dongeng, adalah suatu cerita yang bersifat khayal. Dongeng sendiri banyak ragamnya, yaitu sebagai berikut:

a. Fabel, adalah cerita lama yang menokohkan binatang sebagai lambang pengajaran moral (biasa pula disebut sebagai cerita binatang). Beberapa contoh fabel, adalah: Kancil dengan Buaya, Kancil dengan Harimau, Hikayat Pelanduk Jenaka, Kancil dengan Lembu, Burung Gagak dan Serigala, Burung Bangau dengan Ketam, Siput dan Burung Centawi, dll.

b. Mite (Mitos), adalah cerita-cerita yang berhubungan dengan kepercayaan terhadap sesuatu benda atau hal yang dipercayai mempuyai kekuatan gaib. Contoh-contoh sastra lama yang termasuk jenis mitos, adalah: Nyai Roro Kidul, Ki Ageng Selo, Dongeng tentang Gerhana, Dongeng tentang Terjadinya Padi, Harimau Jadi-Jadian, Puntianak, Kelambai, dll.

c. Legenda, adalah cerita lama yang mengisahkan tentang riwayat terjadinya suatu tempat atau wilayah. Contoh: Legenda Banyuwangi, Tangkuban Perahu, dll.

d. Sage, adalah cerita lama yang berhubungan dengan sejarah, yang menceritakan keberanian, kepahlawanan, kesaktian dan keajaiban seseorang. Beberapa contoh sage, adalah: Calon Arang, Ciung Wanara, Airlangga, Panji, Smaradahana, dll.

e. Parabel, adalah cerita rekaan yang menggambarkan sikap moral atau keagamaan dengan menggunakan ibarat atau perbandingan. Contoh: Kisah Para Nabi, Hikayat Bayan Budiman, Mahabarata, Bhagawagita, dll.

f. Dongeng jenaka, adalah cerita tentang tingkah laku orang bodoh, malas, atau cerdik dan masing-masing dilukiskan secara humor. Contoh: Pak Pandir, Lebai Malang, Pak Belalang, Abu Nawas, dll.

5. Cerita berbingkai, adalah cerita yang di dalamnya terdapat cerita lagi yang dituturkan oleh pelaku-pelakunya. Contoh: Seribu Satu MalamSumber: abdurrosyid.wordpress.com/2009/07/.../mengenal-prosa-lama/

See More
Read More … Mengenal Prosa lama

Mengenal Prosa Baru

Mengenal Prosa Baru


Prosa baru adalah karangan prosa yang timbul setelah mendapat pengaruh sastra atau budaya Barat. Bentuk-bentuk prosa baru adalah sebagai berikut:

1. Roman, adalah bentuk prosa baru yang mengisahkan kehidupan pelaku utamanya dengan segala suka dukanya. Dalam roman, pelaku utamanya sering diceritakan mulai dari masa kanak-ka...nak sampai dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia. Roman mengungkap adat atau aspek kehidupan suatu masyarakat secara mendetail dan menyeluruh, alur bercabang-cabang, banyak digresi (pelanturan). Roman terbentuk dari pengembangan atas seluruh segi kehidupan pelaku dalam cerita tersebut. Berdasarkan kandungan isinya, roman dibedakan atas beberapa macam, antara lain sebagai berikut:

a. Roman bertendens, yang di dalamnya terselip maksud tertentu, atau yang mengandung pandangan hidup yang dapat dipetik oleh pembaca untuk kebaikan. Contoh: Layar Terkembang oleh Sutan Takdir Alisyahbana, Salah Asuhan oleh Abdul Muis, Darah Muda oleh Adinegoro.

b. Roman sosial, memberikan gambaran tentang keadaan masyarakat. Biasanya yang dilukiskan mengenai keburukan-keburukan masyarakat yang bersangkutan. Contoh: Sengsara Membawa Nikmat oleh Tulis St. Sati, Neraka Dunia oleh Adinegoro.

c. Roman sejarah, yaitu roman yang isinya dijalin berdasarkan fakta historis, peristiwa-peristiwa sejarah, atau kehidupan seorang tokoh dalam sejarah. Contoh: Hulubalang Raja oleh Nur St. Iskandar, Tambera oleh Utuy Tatang Sontani, Surapati oleh Abdul Muis.

d. Roman psikologis, yaitu roman yang lebih menekankan gambaran kejiwaan yang mendasari segala tindak dan perilaku tokoh utamanya. Contoh: Atheis oleh Achdiat Kartamiharja, Katak Hendak Menjadi Lembu oleh Nur St. Iskandar, Belenggu oleh Armijn Pane.

e. Roman detektif, yang isinya berkaitan dengan kriminalitas. Dalam roman ini yang sering menjadi pelaku utamanya seorang agen polisi yang tugasnya membongkar berbagai kasus kejahatan. Contoh: Mencari Pencuri Anak Perawan oleh Suman HS, Percobaan Seria oleh Suman HS, Kasih Tak Terlerai oleh Suman HS.

2. Novel, berasal dari Italia yaitu novella ‘berita’. Novel adalah bentuk prosa baru yang melukiskan sebagian kehidupan pelaku utamanya yang terpenting, paling menarik, dan yang mengandung konflik. Konflik atau pergulatan jiwa tersebut mengakibatkan perobahan nasib pelaku. lika roman condong pada idealisme, novel pada realisme. Biasanya novel lebih pendek daripada roman dan lebih panjang dari cerpen. Contoh: Ave Maria oleh Idrus, Keluarga Gerilya oleh Pramoedya Ananta Toer, Perburuan oleh Pramoedya Ananta Toer, Ziarah oleh Iwan Simatupang, Surabaya oleh Idrus.

3. Cerpen, adalah bentuk prosa baru yang menceritakam sebagian kecil dari kehidupan pelakunya yang terpenting dan paling menarik. Di dalam cerpen boleh ada konflik atau pertikaian, akan telapi hat itu tidak menyebabkan perubahan nasib pelakunya. Contoh: Radio Masyarakat oleh Rosihan Anwar, Bola Lampu oleh Asrul Sani, Teman Duduk oleh Moh. Kosim, Wajah yang Bembah oleh Trisno Sumarjo, Robohnya Surau Kami oleh A.A. Navis.

4. Riwayat (biografi), adalah suatu karangan prosa yang berisi pengalaman-pengalaman hidup pengarang sendiri (otobiografi) atau bisa juga pengalaman hidup orang lain sejak kecil hingga dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia. Contoh: Soeharto Anak Desa, Prof. Dr. B.I Habibie, Ki Hajar Dewantara.

5. Kritik, adalah karya yang menguraikan pertimbangan baik-buruk suatu hasil karya dengan memberi alasan-alasan tentang isi dan bentuk dengan kriteria tertentu yang sifatnya objektif dan menghakimi.

6. Resensi, adalah pembicaraan / pertimbangan / ulasan suatu karya (buku, film, drama, dll.). Isinya bersifat memaparkan agar pembaca mengetahui karya tersebut dari ebrbagai aspek seperti tema, alur, perwatakan, dialog, dll, sering juga disertai dengan penilaian dan saran tentang perlu tidaknya karya tersebut dibaca atau dinikmati.

7. Esai, adalah ulasan / kupasan suatu masalah secara sepintas lalu berdasarkan pandangan pribadi penulisnya. Isinya bisa berupa hikmah hidup, tanggapan, renungan, ataupun komentar tentang budaya, seni, fenomena sosial, politik, pementasan drama, film, dll. menurut selera pribadi penulis sehingga bersifat sangat subjektif atau sangat pribadi.Sumber: abdurrosyid.wordpress.com/2009/07/.../mengenal-prosa-baru/

See More
Read More … Mengenal Prosa Baru

Pengertian Puisi dan unsur-unsurnya

Karya sastra secara umum bisa dibedakan menjadi tiga: puisi, prosa, dan drama. Secara etimologis istilah puisi berasal dari kata bahasa Yunani poesis, yang berarti membangun, membentuk, membuat, menciptakan. Sedangkan kata poet dalam tradisi Yunani Kuno berarti orang yang mencipta melalui imajinasinya, ...orang yang hampir-hampir menyerupai dewa atau yang amat suka kepada dewa-dewa. Dia adalah orang yang berpenglihatan tajam, orang suci, yang sekaligus merupakan filsuf, negarawan, guru, orang yang dapat menebak kebenaran yang tersembunyi.

Menurut Kamus Istilah Sastra (Sudjiman, 1984), puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait.

Watt-Dunton (Situmorang, 1980:9) mengatakan bahwa puisi adalah ekpresi yang kongkret dan yang bersifat artistik dari pikiran manusia dalam bahasa emosional dan berirama.

Carlyle mengemukakan bahwa puisi adalah pemikiran yang bersifat musikal, kata-katanya disusun sedemikian rupa, sehingga menonjolkan rangkaian bunyi yang merdu seperti musik.

Samuel Taylor Coleridge mengemukakan puisi itu adalah kata-kata yang terindah dalam susunan terindah.

Ralph Waldo Emerson (Situmorang, 1980:8) mengatakan bahwa puisi mengajarkan sebanyak mungkin dengan kata-kata sesedikit mungkin.

Putu Arya Tirtawirya (1980:9) mengatakan bahwa puisi merupakan ungkapan secara implisit dan samar, dengan makna yang tersirat, di mana kata-katanya condong pada makna konotatif.

Herman J. Waluyo mendefinisikan bahwa puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya.

Ada juga yang mengatakan bahwa puisi adalah bentuk karya sastra yang mengekspresikan secara padat pemikiran dan perasaan penyairnya, digubah dalam wujud dan bahasa yang paling berkesan.

Yang Membedakan Puisi dari Prosa

Slametmulyana (1956:112) mengatakan bahwa ada perbedaan pokok antara prosa dan puisi. Pertama, kesatuan prosa yang pokok adalah kesatuan sintaksis, sedangkan kesatuan puisi adalah kesatuan akustis. Kedua, puisi terdiri dari kesatuan-kesatuan yang disebut baris sajak, sedangkan dalam prosa kesatuannya disebut paragraf. Ketiga, di dalam baris sajak ada periodisitas dari mula sampai akhir.

Pendapat lain mengatakan bahwa perbedaan prosa dan puisi bukan pada bahannya, melainkan pada perbedaan aktivitas kejiwaan. Puisi merupakan hasil aktivitas pemadatan, yaitu proses penciptaan dengan cara menangkap kesan-kesan lalu memadatkannya (kondensasi). Prosa merupakan aktivitas konstruktif, yaitu proses penciptaan dengan cara menyebarkan kesan-kesan dari ingatan (Djoko Pradopo, 1987).

Perbedaan lain terdapat pada sifat. Puisi merupakan aktivitas yang bersifat pencurahan jiwa yang padat, bersifat sugestif dan asosiatif. Sedangkan prosa merupakan aktivitas yang bersifat naratif, menguraikan, dan informatif (Pradopo, 1987)

Perbedaan lain yaitu puisi menyatakan sesuatu secara tidak langsung, sedangkan prosa menyatakan sesuatu secara langsung.

Unsur-unsur Puisi

Secara sederhana, batang tubuh puisi terbentuk dari beberapa unsur, yaitu kata, larik , bait, bunyi, dan makna. Kelima unsur ini saling mempengaruhi keutuhan sebuah puisi. Secara singkat bisa diuraikan sebagai berikut.

Kata adalah unsur utama terbentuknya sebuah puisi. Pemilihan kata (diksi) yang tepat sangat menentukan kesatuan dan keutuhan unsur-unsur yang lain. Kata-kata yang dipilih diformulasi menjadi sebuah larik.

Larik (atau baris) mempunyai pengertian berbeda dengan kalimat dalam prosa. Larik bisa berupa satu kata saja, bisa frase, bisa pula seperti sebuah kalimat. Pada puisi lama, jumlah kata dalam sebuah larik biasanya empat buat, tapi pada puisi baru tak ada batasan.

Bait merupakan kumpulan larik yang tersusun harmonis. Pada bait inilah biasanya ada kesatuan makna. Pada puisi lama, jumlah larik dalam sebuah bait biasanya empat buah, tetapi pada puisi baru tidak dibatasi.

Bunyi dibentuk oleh rima dan irama. Rima (persajakan) adalah bunyi-bunyi yang ditimbulkan oleh huruf atau kata-kata dalam larik dan bait. Sedangkan irama (ritme) adalah pergantian tinggi rendah, panjang pendek, dan keras lembut ucapan bunyi. Timbulnya irama disebabkan oleh perulangan bunyi secara berturut-turut dan bervariasi (misalnya karena adanya rima, perulangan kata, perulangan bait), tekanan-tekanan kata yang bergantian keras lemahnya (karena sifat-sifat konsonan dan vokal), atau panjang pendek kata. Dari sini dapat dipahami bahwa rima adalah salah satu unsur pembentuk irama, namun irama tidak hanya dibentuk oleh rima. Baik rima maupun irama inilah yang menciptakan efek musikalisasi pada puisi, yang membuat puisi menjadi indah dan enak didengar meskipun tanpa dilagukan.

Makna adalah unsur tujuan dari pemilihan kata, pembentukan larik dan bait. Makna bisa menjadi isi dan pesan dari puisi tersebut. Melalui makna inilah misi penulis puisi disampaikan.

Adapun secara lebih detail, unsur-unsur puisi bisa dibedakan menjadi dua struktur, yaitu struktur batin dan struktur fisik.

Struktur batin puisi, atau sering pula disebut sebagai hakikat puisi, meliputi hal-hal sebagai berikut.

(1) Tema/makna (sense); media puisi adalah bahasa. Tataran bahasa adalah hubungan tanda dengan makna, maka puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait, maupun makna keseluruhan.

(2) Rasa (feeling), yaitu sikap penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan. Kedalaman pengungkapan tema dan ketepatan dalam menyikapi suatu masalah tidak bergantung pada kemampuan penyairmemilih kata-kata, rima, gaya bahasa, dan bentuk puisi saja, tetapi lebih banyak bergantung pada wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis dan psikologisnya.

(3) Nada (tone), yaitu sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan rasa. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca, dengan nada sombong, menganggap bodoh dan rendah pembaca, dll.

(4) Amanat/tujuan/maksud (itention); sadar maupun tidak, ada tujuan yang mendorong penyair menciptakan puisi. Tujuan tersebut bisa dicari sebelum penyair menciptakan puisi, maupun dapat ditemui dalam puisinya.

Sedangkan struktur fisik puisi, atau terkadang disebut pula metode puisi, adalah sarana-sarana yang digunakan oleh penyair untuk mengungkapkan hakikat puisi. Struktur fisik puisi meliputi hal-hal sebagai berikut.

(1) Perwajahan puisi (tipografi), yaitu bentuk puisi seperti halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi.

(2) Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi adalah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata dapat mengungkapkan banyak hal, maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata.

(3) Imaji, yaitu kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji dapat dibagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji dapat mengakibatkan pembaca seakan-akan melihat, mendengar, dan merasakan seperti apa yang dialami penyair.

(4) Kata kongkret, yaitu kata yang dapat ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini berhubungan dengan kiasan atau lambang. Misal kata kongkret “salju: melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dll, sedangkan kata kongkret “rawa-rawa” dapat melambangkan tempat kotor, tempat hidup, bumi, kehidupan, dll.

(5) Bahasa figuratif, yaitu bahasa berkias yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu (Soedjito, 1986:128). Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna (Waluyo, 1987:83). Bahasa figuratif disebut juga majas. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks.

(6) Versifikasi, yaitu menyangkut rima, ritme, dan metrum. Rima adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi. Rima mencakup (1) onomatope (tiruan terhadap bunyi, misal /ng/ yang memberikan efek magis pada puisi Sutadji C.B.), (2) bentuk intern pola bunyi (aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi [kata], dan sebagainya [Waluyo, 187:92]), dan (3) pengulangan kata/ungkapan. Ritma adalah tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Ritma sangat menonjol dalam pembacaan puisi.Sunber: abdurrosyid.wordpress.com/.../puisi-pengertian-dan-unsur-unsurnya/

See More
Read More … Pengertian Puisi dan unsur-unsurnya

Cara membuat Resensi Buku

Berikut adalah cara membuat resensi buku yang penulis ringkas dari ”How To Write A Book Report”, karya Myrna Friend, Erindale Campus Library, University of Toronto. Cara ini sudah diterima secara internasional.



1) Memberi informasi bibliografi buku, seperti : nama penulis/pengarang, judul lengkap, editor (jika ada), tempat ( kota ) penerbit, penerbit, bulan atau tahun terbit dan jumlah halaman (ditambah romawi).



2) Bandingkan materi tulisan dengan keadaan sekarang, apakah sesuai untuk zaman sekarang?Deskripsikan penulis/pengarang: latar belakangnya, pekerjaan, reputasi, dll.



3) Apakah hal-hal atau keadaan yang penting ada hubungannya dengan buku tersebut? Apa sumber materi penulis?



4) Jenis buku (sejarah, biografi, kritik tulisan orang lain/literacy critism, sastra, dll) apa yang kita resensi?



5) Jelaskan tujuan penulis dalam menulis buku yang kita resensi dan terangkan batasan tulisannya dengan tema. Apakah buku tersebut mengusung tema populer? Apa hasil survei? Untuk siapa buku tersebut ditulis, apa ditulis untuk kaum pelajar, masyarakat awam, dll?



6) Apa tema buku tersebut? Cari tema di bagian pendahuluan dan kesimpulan. Selama membaca, coba elaborasi/kaitkan dengan tema buku, apa masih berhubungan?



7) Apa asumsi penulis yang tersirat atau tersurat (jika ada) berhubungan dengan materi yang dia tulis?



8. Jelaskan struktur dari buku (daftar isi): bagian-bagian buku (seperti pendahuluan, isi, kesimpulan), apakah pembagian buku tersebut valid? Apakah appendiks, bibliografi, catatan-catatan, indeks buku tersebut berhubugan dengan isi buku?



9) Cari point utama atau konsep kunci!



10) Apa jenis data yang penulis gunakan dalam mendukung argumennya? Bagaimana dia gunakan data tersebut dalam berargumen? Apakah argumennya sesuai data?



11) Beri bagian penting dari buku dengan kutipan!



12) Apakah penulis sukses dalam mengkomunikasikan wacana atau teorinya? Apakah dia sukses dengan tujuannya? Apakah malah bias?



13) Jelaskan tujuan lain tulisan dari buku yang kita resensi. Apakah tulisannya dalam bahasa yang baku dan efektif?



14) Apakah buku tersebut berkembang dari isu atau tema penelitian?



15) Baca secara mendalam dan kritis. Alasan utama kemampuan membaca buku, yaitu: agar dapat mengikuti alur pikiran penulis, melihat hubungan di antara idenya, menghubungkan idenya dengan pengalaman kita, dan meng-evaluasinya dengan cerdas dan kritis. Membaca kritis, karena dimungkinkan ada bagian dari buku tersebut yang kontorversial dan mencari kekuatan serta kelemahannya. Bandingkan dengan teori lain yang diungkapkan oleh penulis lain dari buku lain. Pembaca yang hati-hati dapat memperhatikan hal-hal yang diperbuat penulis, seperti tema yang meloncat-loncat, bias tema, dll. Perhatikan kata atau kalimat yang tidak kita mengerti. Baca buku sampai selesai dan ikuti argumennya (dengan membacanya) sampai selesai, jangan meng-justifikasi sebelum kita selesai membaca.



16) Resensi di koran dengan jurnal ilmiah tentu berbeda. Resensi di koran biasanya berupa bedah buku dengan isi ringkasan buku, tujuan tulisan, latar belakang penulis, kesimpulan, kelemahan dan keunggulan tulisan serta kata/kalimat yang digunakan sering tidak baku atau populer dan diperuntukkan untuk masyarakat umum. Resensi di jurnal ilmiah ditambah teori lain yang diungkapkan penulis lain dan bahasa yang digunakan bahasa baku serta untuk kalangan terbatas (biasanya terpelajar).
Read More … Cara membuat Resensi Buku

Minggu, 05 Juni 2011

Polemik Puasa Rajab

Memasuki bulan Rajab begini, selalu saja ada rasa bahagia dan ketenangan luar biasa yang tak bisa digambarkan, dan itu terbersit dalam diri tiap muslim baik sadar ataupun tidak. Begitu mendengar kata "Bulan Rajab", perasaan itu segera menyeruak dalam segen...ap jiwa. Bisa jadi, karena dengan masuknya bulan ini, sebagai tanda awal untuk mempersiapkan diri menyongsong bulan agung yang kehadirannya selalu ditunggu seluruh muslim, yaitu bulan Ramadhan. Coba sekilas saja kita perhatikan, meski belum tahu dalil atau belum tahu anjuran, namun ruhani kita dengan sendirinya mempersiapkan diri untuk memperbanyak beramal shaleh di bulan Rajab ini, dalam bentuk apapun. Seperti sebuah naluri yang berbicara dengan sendirinya tanpa harus ada perintah. Dan keberadaan dalil-dalil Qur'an dan Sunnah, makin memperkuat perasaan itu dan seketika mendorongnya untuk mempraktekkan amal baik itu di bulan mulia ini. Belum lagi bahwa bulan ini, sangat identik sekali dengan bulan Isro' Mi'roj Nabi, yang artinya, akan banyak pengajian-pengajian di manapun di sudut-sudut negeri ini. Hanya saja sayangnya, jika diperhatikan, beberapa tahun terakhir ini ada polemik yang tiba-tiba selalu meledak di bulan ini yang pada saat yang sama pula, agak mengurangi kenyamanan beribadah dan beramal di bulan ini. Polemik yang seharusnya (meski benar dari sudut tertentu) tidak perlu dibesar-besarkan apalagi berujung pada penyesatan orang banyak. Polemik yang berhubung langsung dengan "puasa di bulan Rajab", yang sangat banyak dilakukan oleh umat Islam di manapun sejak dahulu kala yang berkeyakinan akan pensyariatannya. Polemik, apakah puasa dalam bulan ini memang benar disunnahkan? Atau hanya bid'ah sebagian orang sebab terperangah oleh hadits-hadits lemah yang berbicara tentang ekselensi bulan Rajab? Pertanyaan ini, banyak berputar di kalangan terpelajar kaum muslimin, sebagai sebuah bentuk kesemangatan dari mereka untuk mengetahui ajaran agamanya. Namun sayangnya, polemik ini justru menyeret sebagian orang pada debat kusir tidak perlu yang membingungkan banyak umat. Hal yang justru menimbulkan fitnah sebab malah terjadi saling menyesatkan dan menyalahkan. Lantas bagaimana intinya? Boleh tidak berpuasa di bulan Rajab ini? Sebelumnya, harus kita jadikan catatan, memang kita mengagungkan bulan Rajab ini sebagai salah satu dari 4 bulan haram dalam Islam (tiga yang lain adalah Muharram, Dzul Qo'dah, dan Dzul Hijjah). Dan kita mengagungkannya sesuai dengan apa yang digariskan syariah, tidak lebih. Karena memang bulan ini memiliki ekselensi khusus itu. Tentu saja sebuah kesalahan bagi mereka yang menyatakan bahwa bulan ini sama dengan bulan yang lain, dan hal itu sama saja dengan mengingkari sesuatu yang telah ditetapkan oleh syariat. Memang kita akui juga, ada beberapa kesalahan tentang bulan ini, dan itu dari dua segi : Pertama, dari beberapa hadits yang secara spesifik berbicara tentang ekselensi Rajab, yang ternyata hadits-hadits tersebut sebagiannya ada yang sangat lemah (sehingga tidak bisa dipakai hujjah), ada yang munkar, bahkan ada yang palsu. Kedua, dari segi orang-orang awam yang mengagungkannya dengan amal-amal shaleh tertentu (semisal puasa, shalat Raghaib) dan menganggapnya sebagai salah satu ekselensi Rajab dengan berargumen bahwa itu dilakukan oleh orang shaleh terdahulu lalu berkeyakinan bahwa hal itu dari Nabi, padahal tidak. Dan ini salah satu masalah utama. Sehingga terjadi amalan-amalan baru yang tidak seharusnya ada. PUASA RAJAB, TERSYARIATKAN Secara umum, setelah melalui penelitian atas dalil-dalil yang ada, baik itu dalil umum ataupun dalil khusus, banyak ulama' berpendapat (semisal Imam Annawawi, Ibnu Hajar al-Asqalani, Jalaluddin Assuyuti, dan Imam Assyaukani) bahwa sebenarnya puasa di bulan Rajab itu tersyariatkan (Masyru'). Dan tentu saja ada yang mengingkarinya (semisal Imam Ibnu Qoyyim) dengan menyatakan hal itu tidak tersyariatkan, masing-masing memiliki argumen atas pendapatnya. Jika menilik Dalil umum, ada hadits shahih riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah yang menganjurkan untuk berpuasa di bulan-bulan Haram, periwayatan seseorang dari suku Bahilah yang bertanya pada Nabi soal ini, dan dijawab beliau : "wa Shum Asyhural Hurum", dan puasalah di bulan-bulan haram. Nah, Rajab, dengan tanpa keraguan sedikitpun, masuk dalam bulan Haram secara Ijma'. Dalil umum kedua terdapat dalam Sunan Abi Daud pada Bab Shoum Syahr Rajab, dengan indikasi sama, bahwa terkadang Rasul puasa dan sama sekali tak berbuka, dan terkadang berbuka sampai sama sekali tidak puasa, hal ini diterangkan Sa'id bin Jubair saat ditanya perihal puasa bulan Rajab. Dalil umum ketiga, adalah kesunnahan puasa 3 hari di tiap bulan, dan Rajab tentu saja otomatis masuk. Atau puasa senin kamis tiap pekan. Begitu pula hadits riwayat Usamah bin Zaid saat melihat Nabi lebih banyak puasa di bulan Sya'ban, dan kala bertanya, beliau menjawab, bahwa sya'ban adalah bulan yang banyak dilupakan orang antara Rajab dan Ramadhan. Nah, hadits ini terdapat isyarat akan tidak masalahnya puasa di bulan Rajab, sebagaimana diterangkan oleh Mulla Ali Qori, dan Imam Assyaukani. Nah, adapun dalil-dalil khusus untuk puasa dalam bulan Rajab ini, keutamaannya, dan lain sebagainya, tak terdapat satupun hadits yang shahih atau hasan yang patut dibuat patokan. Bahkan rata-rata lemah dalam transmisi rangkaian sanadnya, namun bisa saling mengkuatkan antar satu dengan yang lain, sehingga layak menjadi hujjah. Apalagi hal ini masuk dalam fadha-il a'mal (keutamaan menambah amal-amal) yang memang tidak membutuhkan kesahihan suatu hadits atau kehasanannya, sebagaimana diketahui oleh siapapun yang mendalami ilmu hadits, dengan catatan hadits tersebut tidak sangat lemah sekali semisal hadits-hadits munkar, yang memang tidak boleh diamalkan. Semisal hadits bahwa puasa sehari dalam bulan Rajab, sama dengan puasa satu bulan. Atau bahwa puasa sehari saja, laksana puasa setahun, dan yang puasa 7 hari, maka pintu neraka ditutup darinya, dan lain sebagainya. Nah, melihat keseluruhan dalil ini, tentu saja tidak dibenarkan mengingkari sesuatu yang telah ditetapkan oleh syariat, meski secara umum. Dengan asumsi, bahwa meski dalil khususnya tidak bisa digunakan, akan tetapi hal itu tidak lantas pula menggugurkan dalil umum, sebagaimana diketahui dalam kaidah yang berlaku. Sayangnya, yang terjadi di media saat ini adalah membesar-besarkan permasalahan hadits dho'if tadi, tanpa menyebutkan dalil-dalil umum dan pendapat ulama' yang mendukung puasa Rajab. Sesuatu yang sangat timpang yang ujungnya justru menimbulkan masalah sebab seolah-oleh orang yang melakukan puasa Rajab itu salah, dan sesat. Sangat disayangkan. Malah yang terjadi adalah fitnah, memecah belah. Sesuatu yang sangat diharamkan bahkan dilaknat dengan sangat keras oleh syariat. Yang menarik, sebagian dari penentang puasa ini, menggunakan dalil yang terdapat dalam Sunan Ibnu Majah, bahwa Nabi melarang puasa di bulan Rajab, dan ternyata hadits larangan ini juga dho'if ! Adapun ingkarnya sebagian sahabat besar akan puasa bulan Rajab, seperti sayyidina Umar bin Khattab, adalah ingkar terhadap tindakan sebagian orang yang berlebihan mengagungkan bulan ini, sehingga seperti Ramadhan, padahal tidak. Nah, periwayatan ini pun ternyata juga transmisi sanadnya tidak shahih. Ada masalah di sebagian perawinya. Jadi, bisa disimpulkan bahwa argumen-argumen penentang puasa Rajab ini pun ternyata tidak cukup dan kurang bergreget untuk mencounter hadits-hadits yang memperkuat disyariatkannya puasa secara umum di bulan Rajab. Kesimpulan umum, sekaligus akhir catatan, bahwa tidak masalah berpuasa di bulan Rajab, serta tidak ada hari khusus harus tanggal berapa saja. Anjuran juga, bulan ini sangat bagus untuk memperbanyak istighfar, dan amalan apapun di bulan haram pahala selalu dilipat gandakan. So, yang mau puasa silahkan, yang tidak juga tidak masalah, niat puasanya niat puasa sunnah secara umum saja. Dan yang bagi kontra puasa sunnah di bulan Rajab, tidak usah lah membesar-besarkan masalah. Yang justru diharamkan adalah bertengkar di bulan haram, termasuk bulan Rajab ini. Bulan-bulan yang bahkan orang kafir jahiliyyah pun menghentikan pertempuran. Lalu, lantas kenapa kita sebagai sesama muslim malah menjadikannya sebagai bulan untuk ajang bertikai? Sangat kontradiktif dan bertentangan langsung dengan syariat kita. Camkan baik-baik. Wallahu A'lam (*) Awy', Makkah 2 Rajab 1432 H.See More
By: Awy' Ameer Qolawun-Full
Read More … Polemik Puasa Rajab

Sabtu, 04 Juni 2011

Pasword YM bukan ATM

Musim panas, meski jarum jam baru menunjukkan pukul 10.00 pagi namun sinar matahari sudah cukup memanggang kulit, meski demikian aku tetap semangat, melangkahkan kaki menuju station bus, rencanaku hari ini pergi mengikuti pengajian di masjid bersama ustad idolaku. Tentang teman-temanku, masih seperti dulu, bila pergi plesir jalan-jalan saja hampir semuanya tak ada yang ketinggalan namun beda lagi saat pergi pengajian dengan kompaknya semua bilang lagi M, entah M malas atau M lainnya sulit dibuktikan, alhasil aku selalu sendiri saat datang kepengajian.
Tak perlu menunggu lama, akhirnya bus yang kutumpangi berhenti juga tepat didepan masjid, pada panitia aku membeli tiket masuk, panitia juga menawarkan sebuah buku karya ustad yang hari ini menjadi pembicara dalam acara pengajian tersebut, tanpa keberatan aku membelinya tak peduli meski uang didompetku tinggal beberapa lembar yang hanya cukup untuk makan dan biaya transportasi. Baru saja sampai di depan pintu masuk nampak beberapa panitia lain berdiri sambil membawa kotak amal serta membentangkan gambaran korban bencana alam yang baru saja terjadi, tak tega melihat keadaan mereka, tanpa pikir panjang kukeluarkan saja uangku.
“Ah gak apa-apa ada ATM semua gampang” bisikku saat itu.
Ku ikuti acara demi acara dengan menahan lapar dan haus karena tak membawa bekal, hingga dipenghujung acara jam 17.00 semuanya selesai, segera saja kuberlari, dengan membayangkan betapa segarnya minum jus jeruk, ku arahkan langkahku menuju mesin ATM yang tak jauh dari tempat itu, kumasukkan kartu ATM ku, dengan mengintip lembar kertas dari dompetku kumasukkan nomer pinnya. Gayaku memang sedikit kayak orang penting dikit-dikit pake nomor pin, apa-apa pake password padahal daya ingatku tak pernah setuju mengikuti gaya hidupku, tak satupun nomor-nomor yang ku anggap penting ada dalam ingatanku semua terangkum tertulis di selembar kertas yang abadi menempati dompetku. Mulai nomer HP, nomor KTP, pin ATM alamat kerja sampai password-pasword dunia maya ada dilembaran kertas kecilku.
Sekali kumasukkan tak ada respon, dua kali tetap sama. Mustahil bila rekeningku kosong, kucoba yang ketiga kalinya, tetap gagal. Karena malu dengan antrian yang ada dibelakangku akhirnya aku menyerah, hari ini aku terpaksa puasa, puasa tanpa sengaja.
Rasa penasaran tentang ATM ku masih memenui pikiranku, keesokannya kembali ku temui si mesin uang kumasukkan kartu ATM dan kuintip kembali pin di lembar contekanku. Oh my God….
Aku tertawa geli, menertawakan ketidakcanggihan ingatanku serta penglihatanku bukan pin ATM yang kumasukkan kemarin namun paswordnya YM.
Yakin kali ini si mesin bakal ngasih aku uang, dengan cekatan kumasukkan nomor pin, kemudian kualihkan pandanganku pada selebaran yang ada ditanganku tanpa melihat kembali layar ATM. Cukup lama uang tak juga keluar, kulirik belakangku 3orang berdiri menungguku.
“Bodoh ah…paling-paling juga ATM ku yang eror” gumamku saat itu kemudian kucabut kartu ATM ku, berlalu dengan mendengarkan music dari mp3 ku. Tepat didepan sebuah Bank kuhentikan langkahku,
“Kira-kira uangku tadi keluar gak ya?” tanyaku pada diri sendiri
Seperti di ingatkan segera saja aku berlari masuk ke Bank mengecek jumlah sisa rekeningku, Dan..oh ATM ku…tanggal sekian, jam sekian telah di tarik melalui ATM sejumlah sekian. Duh.…betapa beruntungnya orang yang berada di belakangku tadi, dapat rejeki yang tak disangkakan.
Read More … Pasword YM bukan ATM

Jumat, 03 Juni 2011

Rasa Yang Terpendam

Aku yang selalu memikirkanmu
Aku yang selalu mengimpikanmu
Aku yang ingin bersamamu
Aku yang ingin memilikimu

Dan aku yang masih dari jauh memandangmu
Dan aku yang masih takut mendekatimu
Dan aku yang masih tetap membisu di hadapanmu
Dan aku yang masih ragu mengatakan cintaku

Duhai pujaan hatiku...
Tak dapatkah kau lihat cinta di mataku
Tak dapatkah kau rasakan getaran dari hatiku

Duhai dambaan jiwaku...
Pandanglah aku dengan tatapan cintamu
Sambutlah getar rinduku dengan tangan kasihmu
Rasakan....betapa aku memujamu
Read More … Rasa Yang Terpendam