Musim panas, meski jarum jam baru menunjukkan pukul 10.00 pagi namun sinar matahari sudah cukup memanggang kulit, meski demikian aku tetap semangat, melangkahkan kaki menuju station bus, rencanaku hari ini pergi mengikuti pengajian di masjid bersama ustad idolaku. Tentang teman-temanku, masih seperti dulu, bila pergi plesir jalan-jalan saja hampir semuanya tak ada yang ketinggalan namun beda lagi saat pergi pengajian dengan kompaknya semua bilang lagi M, entah M malas atau M lainnya sulit dibuktikan, alhasil aku selalu sendiri saat datang kepengajian.
Tak perlu menunggu lama, akhirnya bus yang kutumpangi berhenti juga tepat didepan masjid, pada panitia aku membeli tiket masuk, panitia juga menawarkan sebuah buku karya ustad yang hari ini menjadi pembicara dalam acara pengajian tersebut, tanpa keberatan aku membelinya tak peduli meski uang didompetku tinggal beberapa lembar yang hanya cukup untuk makan dan biaya transportasi. Baru saja sampai di depan pintu masuk nampak beberapa panitia lain berdiri sambil membawa kotak amal serta membentangkan gambaran korban bencana alam yang baru saja terjadi, tak tega melihat keadaan mereka, tanpa pikir panjang kukeluarkan saja uangku.
“Ah gak apa-apa ada ATM semua gampang” bisikku saat itu.
Ku ikuti acara demi acara dengan menahan lapar dan haus karena tak membawa bekal, hingga dipenghujung acara jam 17.00 semuanya selesai, segera saja kuberlari, dengan membayangkan betapa segarnya minum jus jeruk, ku arahkan langkahku menuju mesin ATM yang tak jauh dari tempat itu, kumasukkan kartu ATM ku, dengan mengintip lembar kertas dari dompetku kumasukkan nomer pinnya. Gayaku memang sedikit kayak orang penting dikit-dikit pake nomor pin, apa-apa pake password padahal daya ingatku tak pernah setuju mengikuti gaya hidupku, tak satupun nomor-nomor yang ku anggap penting ada dalam ingatanku semua terangkum tertulis di selembar kertas yang abadi menempati dompetku. Mulai nomer HP, nomor KTP, pin ATM alamat kerja sampai password-pasword dunia maya ada dilembaran kertas kecilku.
Sekali kumasukkan tak ada respon, dua kali tetap sama. Mustahil bila rekeningku kosong, kucoba yang ketiga kalinya, tetap gagal. Karena malu dengan antrian yang ada dibelakangku akhirnya aku menyerah, hari ini aku terpaksa puasa, puasa tanpa sengaja.
Rasa penasaran tentang ATM ku masih memenui pikiranku, keesokannya kembali ku temui si mesin uang kumasukkan kartu ATM dan kuintip kembali pin di lembar contekanku. Oh my God….
Aku tertawa geli, menertawakan ketidakcanggihan ingatanku serta penglihatanku bukan pin ATM yang kumasukkan kemarin namun paswordnya YM.
Yakin kali ini si mesin bakal ngasih aku uang, dengan cekatan kumasukkan nomor pin, kemudian kualihkan pandanganku pada selebaran yang ada ditanganku tanpa melihat kembali layar ATM. Cukup lama uang tak juga keluar, kulirik belakangku 3orang berdiri menungguku.
“Bodoh ah…paling-paling juga ATM ku yang eror” gumamku saat itu kemudian kucabut kartu ATM ku, berlalu dengan mendengarkan music dari mp3 ku. Tepat didepan sebuah Bank kuhentikan langkahku,
“Kira-kira uangku tadi keluar gak ya?” tanyaku pada diri sendiri
Seperti di ingatkan segera saja aku berlari masuk ke Bank mengecek jumlah sisa rekeningku, Dan..oh ATM ku…tanggal sekian, jam sekian telah di tarik melalui ATM sejumlah sekian. Duh.…betapa beruntungnya orang yang berada di belakangku tadi, dapat rejeki yang tak disangkakan.
Hijab Shafiyyah - Jilbab Segi Empat Syar'i Murah Bagus
-
Bismillah, kami menawarkan kepada anti sekalian jilbab segi empat syar'i
dengan harga murah dan berkualitas insya Allah, produksi dari HIJAB
SHAFIYYAH.
uk ...
11 tahun yang lalu



0 komentar:
Posting Komentar