Arti Valentine Day
Kegemaranku mengoleksi perangko kumulai sejak SD dulu, hingga saat ini. Benda kecil yang dianggap sebagian orang sebagai sampah, bagiku sangat berarti entah mengapa, rasanya bangga menatap tumpukan album yang penuh dengan perangko-perangko dari berbagai Negara itu. Bahkan hobiku ini pula yang telah mengantarkan aku pada perkenalan unik dengan Franky, yang setahun ini telah menjadi sahabat penaku.
Saat itu iseng, aku posting di wall sebuah group “Stamp Comunity” :
“Indahnya nuansa persahabatan, saling berbagi cerita dengan berkirim surat, Ada yang mau jadi sahabat penaku?? Ku tunggu inboxnya ya”
Mr.Frangko adalah nickname dari Frangky dialah orang pertama yang merespon uluran persahabatanku yang memiliki hobi sama denganku. Ia berasal dari Jakarta yang saat ini masih kuliah di Universitas Omar mukhtar yang berada di salah satu kota besar Libya Afrika utara. Selain kuliah, di negeri bekas jajahan Italia tersebut Frangky juga bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran besar di Al Bayda.
Meski setiap hari kami ngobrol melalui email atau chatting namun komunikasi kami lewat surat tak pernah terhenti masih sama persis seperti perjanjian yang telah kami buat dahulu menggunakan tulisan tangan dan memakai perangko yang berbeda-beda pada setiap surat yang kami kirim.
Awal February surat Franky kembali menyapaku:
“Hay Stemmy….moga saat ini engkau sedang berbahagia penuh dengan cintaNYA.
Begitu pula aku disini menikmati senja disudut taman kota, memandang iri pada dua burung yang bermesraan berkicau riang di atas dahan cemara. Ah….mungkin aku akan lebih iri lagi bila nanti melihatmu merayakan valday bersama kawanmu atau mungkin barsama pemujamu, oh tidak..semoga saja tidak terjadi itu.
Hmm..14 february hari yang penuh cinta namun sayang tak bisa kulewatkan bersamamu, yah anggap aja lembaran kertas ini sebagai bunga dan coklat dariku sebagai ungkapan sayangku padamu.
Ngomong-ngomong udah ada persiapan apa aja nie?? pasti valday di Negara tempat tinggalmu lebih seru dan menarik, di tunggu ya ceritanya”
Salam..sahabat yang selalu menunggu untaian kata-kata dalam balutan indah tulisan tanganmu, Mr. franko
Kulipat kembali kertas merah muda bermotif hati dan bunga itu, kuletakkan di atas meja kerjaku yang penuh tumpukan kertas dan file-file berkas yang mesti aku kerjakan hari ini. Ingin sekali kubalas surat itu segera kujelaskan tentang makna valday bagi diriku. Dan aku tak rela orang yang kukasihi ikut-ikutan latah merayakan ritual yang jelas-jelas tak ada dalam ajaran kita. Dengan terpaksa kubalas surat itu melalui email yang berarti tak ada prangko untuknya bulan ini.
“Say No To ValDay” Adalah subjek emailku
Hy..Frank pastinya engkau sudah terlelap saat ini, mengukir indahnya mimpi-mimpi bersama bidadari .
Kubaca sudah rangkaian indah kalimatmu dan kau ingin mendengar cerita valday dariku bukan?? Tak sabar aku segera ingin berbagi denganmu benar katamu valday disini lebih menarik dari Negara tempat tinggalmu yang pastinya akan Say No To ValDay atau mungkin negeri kita sendiri yang masih Pro-kontra tentang ValDay.
Di setiap toko coklat sibuk membuat beraneka macam bentuk coklat yang unik dan cantik, café restoran lebih indah dengan dekorasi ala ValDay yang identik dengan hati yang di penuhi anak panah si cupid dan pastinya dengan menu special dinnernya, begitu pula dengan hotel-hotel yang tak mau ketinggalan, bersaing memberikan special price bagi customernya yang booking pada malam 14 february.
Dan aku sendiri tak ada persiapan khusus kecuali memperbanyak doa semoga tak banyak korban pada malam yang disebut-sebut sebagai hari kasih sayang itu, yang hanya mengatasnamakan cinta hingga rela melepaskan kehormatannya.
Seharusnya kita tidak mudah terbawa kebudayaan barat yang belum tentu pantas kita tiru apalagi ikut merayakannya. Bukankah ValDay sendiri adalah hari untuk mengenang kematian Valentine yang jelas-jelas berbeda keyakinan dengan kita. Pantaskah kita seorang muslim ikut-ikutan merayakan ritual yang tak ada dalam ajaran sendiri??
Kalau hanya untuk mengungkapkan kasih sayang, memberi coklat atau bunga kenapasih harus menunggu 14 february?? Bukankah kita di ajarkan untuk saling menyayangi setiap saat setiap waktu tanpa mengenal batasan waktu apalagi harus menunggu 14february, Ah.. kelamaan deh.
Kuakhiri kalimatku dengan menekan tanda send.
Tak mengira Frangky akan segera membalas emailku lebih cepat dari perkiraanku,
“Aku terjaga suara ketukan jarimu membangunkanku, Oh…Temm rupanya aku salah mendugamu meskipun engkau hidup di negeri yang penuh kebebasan namun tak sedikitpun tergoyahkan keyakinanmu.
Ok-lah aku ikut di belakangmu, saat ini juga kukibarkan bendera “katakan Tidak Untuk Hari Valentine” kalo perlu nie mau aku usulkan jadi desain prangko “say no to ValDay” kan lebih unik.
Hijab Shafiyyah - Jilbab Segi Empat Syar'i Murah Bagus
-
Bismillah, kami menawarkan kepada anti sekalian jilbab segi empat syar'i
dengan harga murah dan berkualitas insya Allah, produksi dari HIJAB
SHAFIYYAH.
uk ...
11 tahun yang lalu



0 komentar:
Posting Komentar