Segala yang ada di dunia ini diciptakan untuk manusia, kecuali beberapa perkara saja yang di larang sebagai ujian ketaatan kepada ALLAH SWT dan untuk kebaikan manusia. Sebab itu, jika mengambil selembar kertas dan menulis daftar makanan dan minuman yang diharamkan ALLAH, maka ia terlalu sedikit. Barangkali tidak sampai satu halaman kertas.
''Hukum asal bagi setiap perkara atau benda adalah boleh''.
Bukan hukum asalnya haram. Maka berdasarkan prinsip ini, setiap makanan, minuman dan perbuatan boleh dilakukan selagi tidak ada dalil yang mengharamkannya.
Bukan prinsip Islam, semuanya haram sehingga ada bukti halal. Cuma hanya dalam perkara Ibadah, Islam melarang dilakukan apa-apa upacara ibadah sehingga adanya dalil bahwa itu diizinkan oleh nash-nash Al-Qur'an dan As-sunnah. Ini untuk menghalang agama rekaan dan penyalahgunaan nama Allah untuk rekaan sendiri.
Seumpama berjumpa dengan seekor binatang yang tidak di ketahui jenisnya, tidak pula membahayakan diri jika di makan maka sekalipun namanya tidak diketahui, hukumnya halal dimakan. Inilah agama yang rahmat dan mudah.
''Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah telah memudahkan untuk kegunaan kamu apa yang ada di langit dan yang ada di bumi, dan telah melimpahkan kepada kamu nikmat-nikmatNya yang dzahir dan yang bathin? ( Qs. Luqman : 20 ).
''Dialah ( Allah) yang menjadikan untuk kamu segala yang ada di bumi ''. (Qs. Al-Baqarah : 29 ).
''Dan Dia memudahkan untuk (kegunaan) kamu, segala yang ada di langit dan yang ada di bumi, (sebagai rahmat pemberian) dariNya;
Sesungguhnya semuanya itu mengandung tanda-tanda (yang membuktikan kemurahan dan kekuasaanNya) bagi kaum yang berfikir. ( Qs. Al-Jatsiyah : 13 ).
Daerah halal dalam Islam teramat luas, sementara daerah haram terlalu sempit dan sedikit. Jika adapun yang diharamkan Allah seperti judi, babi,dan arak adalah atas hikmah demi kebaikan manusia itu sendiri. Selain itu adalah ujian untuk melambangkan kepatuhan kepadaNya. Setiap perkara dan perbuatan adalah diperbolehkan, kecuali jika ada nash yang mengharamkannya.
''Apa yang Allah halalkan dalam kitabNya maka halal. Apa yang Allah haramkan, maka haram. Apa yang Dia diamkan maka itu dimaafkan. Terimalah kemaafanNya. Karena sesungguhnya Allah tidak pernah lupa sesuatu pun''. Lalu Rasulullah membaca firman Allah (maksudnya) : ''Maka tidaklah Tuhanmu itu lupa''.
( Hadist ini diriwayatkan oleh al-Hakim dan al-Darqutni )
0 komentar:
Posting Komentar