Selasa, 17 Juli 2012

Doaku Pernah Untuknya

Perkenalan yang tak kusengaja, disebuah group menulis aku mengenalnya, kesan pertama kurasa biasa saja, bahkan bisa dibilang sekedar add tanpa komunikasi. Bulan Ramadhan, Salah satu temanku menandaiku tentang info event menulis yang ternyata penyelenggaranya adalah dia. Karena sedikit nggak paham dengan persyaratan kutanyakan lewat komen. Enggak nyangka ternyata dia respec banget, langsung di jelaskan di wallku, bahkan memberikan contoh lewat catatannya. Sejak saat itulah aku
mulai berkomunikasi dengannya, meskipun sekedar numpang jempol di status Facebooknya. *** Hari Raya Idul Fitri, “Bu...minal aidzin walfaidzin” ucapku dalam telephone sambil menahan haru, maklum sudah tahun ke enam aku hanya bisa sungkem melalui telephone tanpa mencium langsung tangan Ibuku. Seperti biasanya, Ibuku memberikan banyak doa dan nasehat untukku. “Bu doakan aku dapat pacar ya” ucapku spontan atau juga bisa dibilang asal. Entah kenapa juga tiba-tiba aku ngomong seperti itu, padahal sebelumnya sudah kuikrarkan “malas pacaran” tak hanya itu saja akupun tak memiliki teman istimewa samasekali. Namun saat bicara demikian, bayangan dialah yang melintas yang seakan menjadi tujuan pengharapanku. Sejak saat itulah kuhadirkan namanya dalam setiap doaku. Entahlah sekedar suka, kagum atau cintakah aku sendiri sulit menjelaskannya. Bagiku menyukai seseorang karena wajahnya, penampilannya itu adalah nafsu, karena harta atau kekayaannya hanya kesenangan dunia yang diharapkannya sedangkan suka karena kebaikan ahklaknya itulah yang akan kusebut cinta dan itu pulalah yang kurasakan tentangnya. Hariku berlalu dengan doa pengharapan yang kurangkai untuknya, “Tuhan…jika ia terbaik untukku dekatkanlah ia padaku” itulah yang tak henti kupanjatkan. Gila!! Mungkin itu yang pas buatku, bagaimana tidak? kejelasan statusnya saja aku belum tau pasti, sudah punya pacar, tunangan atau jangan-jangan sudah punya anak lagi. Dan aku nggak ingin mencari tau soal itu, biarlah semua yang akan terjadi atas kehendakNYA, pikir hematku. Akhir bulan Syawal Tanpa sengaja aku membaca sebuah catatan seseorang yang mana nama “Dia” disebut dalam catatan tersebut. Catatan yang menunjukkan begitu jelas keduanya memiliki hubungan khusus, dan pastinya catatan yang memupuskan doa harapanku selama ini. Kecewa itu pasti ada, tapi... ya sudahlah. Bukannya Tuhan tidak mengabulkan doaku namun mungkin saja aku memang belum pantas menerima apa yang kumintakan. Yang kita anggap baik belum tentu baik, yang kita anggap buruk belum tentu juga buruk, Dia yang Maha Tinggi mengetahuinya sedang kita tidak. Dan aku percaya Tuhan pasti memiliki rencana yang lebih indah untukku. Hingga saat ini doaku memang masih untuknya, “ Ya Allah berikan segala kebaikan untuknya dan ku cancel doa-doaku sebelumnya, biarkan keduanya bahagia ” itulah doaku pada mereka.

0 komentar:

Posting Komentar