Minggu, 29 Juli 2012

Iman ( Kultum>> Mustika )

Iman adalah cahaya dan kekuatan. Orang yang memiliki iman sebenarnya mampu menghadapi seluruh alam jagad raya ini dan berupaya menghadapi segala tantangan yang menghadang bersandarkan kekuatan yang ada padanya. “Saya bertawakal kepada Allah” Tawakal kepada Allah maksudnya tidak menolak konsep sebab dan musabah, tawakal sepatutnya mengetahui bahwa berusaha untuk merealisasikan sebab dan musabah.
Allahlah yang menjadi penentu utama segala sesuatu dan hanya Dialah yang semestinya di syukuri “Allah pelindung (yang mengawal dan menolong) orang-orang yang beriman, Ia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kufur) kepada cahaya (Iman)” Qs. Al-Bbrah 257) Iman menjadi kewajiban manusia yang utama dan asasi sesuai dengan fitrah manusia itu sendiri. Kekufuran menjadikan manusia seperti binatang buas yang lemah. Manusia di lahirkan ke dunia ini dalam keadaan lemah dan dhaif. Kewajiban yang menjadi fitrah manusia adalah untuk mengejar kesempurnaan melalui menuntut ilmu dan untuk menyatakan ubudiyyahnya (penghambaan) kepada Allah. Tanpa agama manusia akan binasa, tanpa ilmu manusia buta, tanpa iman manusia akan sengsara , tanpa ukhuwah manusia akan tersiksa, maka dari itulah tancapkanlah imandi hati kita InyaAllah hidup kita akan bahagia, Amien..... *Ar_Rahman* Ar-Rahman artinya maha kasih, mengasihi atau maha memberi. Allah adalah Tuhan yang maha pengasih yang kasihnya tak pernah pulih kasih. “ Ud’uniyastajib lakum ( Mintalah kepadaku niscaya aku akan mengabulkannya )” Akan tetapi jika seseorang merasa permintaannya belum juga terkabul, sesungguhnya pada saat ia meminta pada Allah, Allah langsung mengabukannya, hanya saja terhalang oleh dosa yang ia perbuat tanpa ia sadari, dosa itu bagaikan perisai yang menghalangi turunnya rahmad dari Allah. Misalnya perbuatan dosa yang tidak kita sadari setiap hari: bergunjing (Ghibah), menyakiti hati orang dengan perkataan yang tidak pantas diucapkan dll. Maka agar rahmad Allah bisa lekas diterima, yakni perbanyak istigfar dan shalat taubat nasuhan. Bersungguh-sungguhlah minta ampun kepada Allah, maka segala penghalang rahmad akan segera sirna. Sisihkanlah uang kita untuk anak yatim dan orang tidak mampu dengan cara bersedekah. “Tebuslah Do’a mu dengan cara bersedekah” Dapat diambil kesimpulan bahwa penghambat terkabulnya doa adalah karena banyaknya dosa, maksiat dan sedikit sedekah. Pepatah mengatakan: “Senyum terhadap sesama aja tidak mau, bagaimana Allah akan tersenyum kepadamu” Sadarilah wahai insan yang mulia, dunia hanya jembatan, maka berhati-hatilah kau menyeberang. Allah SWT berfirman: “Lantanaalul birro hatta tunfiqu mimma tuhibbun, ( Tidak lebih engkau akan mendapatkan sesuatu yang terbaik, sebelum engkau memberikan sesuatu yang terbaik yang kau miliki )” Syukron...., Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri China, jangan kau pandang usia. Yakin, pada usaha dan doalah yang akan membawa ke pintu kesuksesan dan kebahagiaan. Amien Ya Robbal allamin....

0 komentar:

Posting Komentar